Waspada Virus Corona di Bali

Virus Corona telah Merambah Bali? Ini Penjelasan Lengkap Dirut RSUP Sanglah

Virus Corona telah Merambah Bali? Ini Penjelasan Lengkap Dirut RSUP Sanglah

Penulis: eurazmy | Editor: Aloisius H Manggol
Daily Mail via Tribun Style
Pekerja medis sedang merawat pasien yang menderita virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM - Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sempat dihebohkan merebaknya Virus Corona yang bersumber dari Wuhan, China.

Fenomena ini kemudian membuat kalangan tim medis kelabakan dan mewaspadai sejumlah pasien yang mengeluh demam, flu dan batuk.

Dalam sepekan saja, di RSUP Sanglah telah merawat dan mengobservasi sejumlah 8 pasien suspect atau diduga terindikasi virus corona.

Virus Corona Mengancam Bali, Kendali Dimulai dari Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa Bali

Disamping mengalami gejala serupa, sejumlah pasien WNA ini juga mempunyai track record perjalanan dari China.

Beruntung hasil pemeriksaan dari laboratorium menyatakan dari kedelapan pasien ini tidak terpapar virus alias negatif.

Kendati demikian, RSUP Sanglah tetap siaga dalam melakukan pencegahan dan penanganan virus 2019- nCoV yang belum ditemukan vaksinnya ini.

Virus Corona Kian Menyebar, FMM Usir Turis China, Diberikan Rentang Waktu 2x24 Jam

Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. Wayan Sudana tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila mendapati keluarga dan warga lain dengan gejala seperti demam, panas dan batuk untuk segera mengakses pelayanan kesehatan terdekat.

Sebagaimana kasus-kasus sebelumnya seperti flu burung atau flu babi, RSUP Sanglah telah bersiap mengawal melakukan penangan untuk kasus ini.

Sejumlah sarana-prasarana seperti 5 ruang isolasi dengan standar operasional telah dipastikan siap melayani jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Setelah Diisukan Jadi Simpanan Bos, Pramugari Cyndyana Lorens Pamit dari Garuda Indonesia

Tak hanya itu, sumber daya manusia yakni tenaga medis profesional beserta sarana penunjangnya juga sudah lengkap.

''RSUP Sanglah sudah siap mengantisipasi virus ini dengan menjadi RS Rujukan pasien suspect virus Corona,'' katanya kepada awak media, Selasa (28/1).

''Kita sudah pengalaman di kasus wabah serupa sebelumnya seperti flu burung atau flu babi misalnya. Saya kira penanganannya hampir sama,'' tambahnya.

Selain itu, tiga rumah sakit lain di Bali juga disiapkan menjadi RS Rujukan seperti RSU Tabanan dan RS Sanjiwani Gianyar.

Ketiganya masing-masing memiliki ruang khusus yakni ruang isolasi untuk pasien yang dicurigai terpapar virus corona dengan ditunjang tenaga medis profesional.

Pramugari Diisolasi di BRSU Tabanan

Suasana di BRSU Tabanan tampak normal sehari pasca menerima rujukan pasien observasi Corona virus (n.COV), Selasa (28/1/2020).

Aktivitas di rumah sakit ini berjalan seperti biasa.

Sementara itu, seorang pramugari yang saat ini masih dirawat di ruang isolasi BRSU Tabanan sudah dilakukan pemeriksaan dan kondisinya mulai membaik.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika, pasien dengan dugaan gejala bronchitis ini masih berada di ruang isolasi.

Setidaknya, ia sudah dirawat selama dua hari di Tabanan.

Pihak rumah sakit sudah melakukan pemeriksaan oleh dokter ahli sesuai SOP yang ada.

"Dokternya barusan (kemarin) sudah selesai visit (kunjungan pasien). Secara umum keadaan pasien sudah mulai membaik," kata dr Suratmika, Selasa (28/1/2020).

Dia menjelaskan, keadaan pasien sudah mulai membaik karena pasien dikatakan sudah tidak demam dan mengalami sesak.

Namun, pada hari ke tiga (hari ini) pasien akan kembali diperiksa laboratorium dan rontgen untuk evaluasi.

"Besok (hari ini) atau hari ketiga akan diperiksa laboratoriun dan rontgen untuk evaluasinya. Pasien itu positif bronchitis," katanya.

Disinggung mengenai penanganan selanjutnya terkait pasien yang sebelum dikatakan suspect virus Corona ini, Suratmika belum berani berkomentar banyak.

Ia hanya menegaskan akan menunggu hasil pemeriksaan lab dan rontgen utnuk proses selanjutnya.

"Rencana selanjutnya tergantung hasil pemeriksaan besok (hari ini)," tandasnya.

Sebelumnya, seorang pasien yang diketahui berprofesi sebagai pramugari ini dirawat sejak Minggu (26/1/2020) malam.

Saat itu, pasien ini dicurigai suspect virus Corona namun sejatinya adalah gejala bronchitis.

Karena sebelumnya ada riwayat pasien yang pergi ke daerah endemis atau Tiongkok dan tak ada tanda infeksi radang paru-paru atau yang biasa disebut pneumonia.

Sepekan sebelumnya, Dinas Kesehatan Tabanan mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 443/79/Dinkes perihal siaran pers tentang penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui penyebabnya muncul di Tiongkok.

Dalam surat tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran kesehatan yang ada di Tabanan untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap penyakit yang diduga menular ini.

Dalam surat yang tertanggal 15 Januari 2020 ini, intinya menyebutkan terkait siaran pers yang sudah dikeluarkan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang Pneumonia Berat.

Pihak jajaran kesehatan dan masyarakat diminta melakukan kewaspadaan dini terkait penyebaran virus yang belum diketahui penyebabnya tersebut.

"Pasca ada siaran pers dari Kemenkes, kami di jajaran Dinkes Tabanan langsung mengeluarkan surat edaran untuk bersama-sama waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika, Selasa (21/1/2020).

Dia melanjutkan, saat ini jajaran kesehatan dan masyarakat diminta untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan.

Sebab, wabah pneumonia ini sudah merebak di China.

Jika memang menemukan warga yang mengalami gejala penyakit ini seperti batuk, pilek, hingga bersin agar segera dilaporkan kepada petugas kesehatan seperti Puskesmas.

"Selama ini, di Bali bahkan di Indonesia masih aman. Kemungkinan penjagaan yang lebih ketat dilakukan di pintu masuk ke daerah seperti bandara dan lain sebagainya," jelas Suratmika.

Dia menekankan, pada prinsipnya, semua penyakit yang disebabkan oleh virus belum ada obatnya. Sehingga harus diwaspadai dan dicegah penularannya.

"Mari kita waspada bersama agar tak ada yang terinfeksi ke depannya," imbaunya. 

107 Warga China Tewas

Ancaman wabah Virus Corona di Wuhan, China terus menjadi perhatian serius negara-negara di dunia. 

Laporan terkini dari 1.771 kasus pasien yang terinfeksi Virus Corona di China, sebanyak 107 orang dilaporkan telah tewas karena Virus Corona.

Otoritas China melaporkan bahwa jumlah pasien yang terinfeksi Virus Corona terus bertambah hingga 4.400 orang khusus yang terjadi di Negara Tirai Bambu tersebut. 

Dan untuk hari ini, otoritas setempat mencatat 26 kematian baru telah dilaporkan. 

Sebagian besar pasien yang meninggal dunia berasal dari provinsi Hubei, pusat awal mula Virus Corona berasal.

Selain penularan lewat udara, Virus Corona bisa tersebar melalui kontak fisik, ujar Komisi Kesehatan China (NHC) pada Selasa, dilansir South China Morning Post.

Masa inkubasi Virus Corona rata-rata 3-7 hari.

Namun ada pula yang lebih dari 14 hari.

Foto ilustrasi virus corona (Gambar oleh Arek Socha dari Pixabay)
NHC juga menambahkan strain virus corona 85 persen sama dengan severe acute respiratory syndrome (Sars).

Virus corona dapat menginfeksi anak-anak dan bayi, meski gejala yang ditunjukkan relatif ringan.

Di Shanghai, semprot anti virus terbaru digunakan dalam bangsal darurat di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai.

Semprot tersebut digunakan untuk melindungi staf medis, menurut laporan situs Thepaper.cn.

Namun, semprotan itu tidak bisa digunakan untuk perawatan pasien karena belum mendapatkan persetujuan yang diperlukan, kata Xu Jianqing, direktur Institute of Infectious Diseases dalam sebuah wawancara dengan Thepaper.cn.

Di Amerika, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan penyebaran Virus Corona di negara tersebut masih rendah.

Akan tetapi beberapa perusahaan mulai membatasi kunjungan kerja atau perjalanan karyawan ke China.

Facebook mulai membatasi perjalanan karyawan, yang dilansir via Bloomberg.

Pembatasan yang mulai berlaku sejak Senin kemarin, menghentikan perjalanan yang tidak penting ke China oleh semua karyawan Facebook.

Jika pekerja harus mengunjungi China, mereka perlu persetujuan khusus.

Staf Facebook yang berbasis di China, atau mereka yang baru saja kembali ke Amerika dari China, diminta bekerja dari rumah, Bloomberg melaporkan.

Beberapa bank dan perusahaan keuangan AS, termasuk Citigroup, memberi tahu staf di Hong Kong untuk tetap di rumah selama dua minggu dan memantau kesehatan mereka jika mereka bepergian ke Wuhan atau daerah sekitarnya.

Bank-bank di daratan China juga telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek untuk staf hingga 3 Februari 2020.

Keputusan itu diambil setelah Dewan Negara, kabinet negara itu, memperpanjang hari libur nasioan untuk membantu membendung penyebaran wabah.

Pasar saham Shanghai mengumumkan pada Senin malam bahwa mereka akan melanjutkan perdagangan pada 3 Februari setelah ditutup sejak 23 Januari lalu.

Pasar saham yang lebih kecil di China, yaitu di Shenzhen diperkirakan akan mengamati penangguhan yang sama, menurut seseorang yang ahli dalam isu tersebut.

Update Virus Corona: 107 Orang Meninggal Dunia, 63 Orang Sembuh

Berikut adalah update data pasien penderita virus corona yang tersebar di seluruh dunia.

Berdasarkan data ArcGIS yang dihimpun dari WHO, CDC, NHC dan Dingxiangyuan, hingga Selasa, 28 Januari 2020 pukul 10.52 WIB, tercatat sudah ada 4.474 kasus virus corona yang terkonfirmasi dengan rincian sebagai berikut:

Daratan China: 4.409

Hong Kong: 8

Thailand: 8

Macau: 6

Australia: 5

Singapura : 5

Taiwan: 5

AS: 5

Jepang: 4

Malaysia : 4

Korea Selatan: 4

Perancis: 3

Vietnam: 2

Kamboja: 1

Kanada: 1

Ivory Coast/Pantai Gading: 1

Nepal: 1

Sri Lanka: 1

Sementara itu, pasien meninggal dunia berjumlah 107 orang yang semuanya berasal dari China.

Hubei memiliki jumlah kematian terbanyak dengan 100 orang, diikuti Henan, Shandong, Beijing, Shanghai, Hainan, Heilongjiang, Hebei masing-masing satu meninggal dunia.

Sedangkan, pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona berjumlah 63 orang.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved