Waspada Virus Corona di Bali
30% Pekerja PLTU Celukan Bawang Masih di China, Ini Antisipasinya Jika Mereka Kembali ke Buleleng
30 persen pekerja PLTU Celukan Bawang asal China sampai sekarang belum kembali. Jika mereka kembali PLTU hanya mengandalkan thermal scanner di bandara
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
30% Pekerja PLTU Celukan Bawang Masih di China, Ini Antisipasinya Jika Mereka Kembali ke Buleleng
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - PLTU Celukan Bawang mendapat atensi di tengah merebaknya virus corona, yang berasal dari China.
Pasalnya, PLTU Celukan Bawang banyak mempekerjakan warga China.
Dan, hampir 30 persen para pekerjanya pulang ke China saat Imlek, dan sekarang belum kembali.
Menurut General Affair PT General Energi Bali (GEB) PLTU Celukan Bawang, Indrianti Tanutanto, Rabu (29/1/2020), sekitar 30 persen pekerjanya pulang ke China seminggu sebelum Hari Raya Imlek pada 25 Januari 2020.
"Sejak mewabahnya virus itu, belum ada pekerja yang masuk. Terakhir yang masuk itu jauh sebelum mencuatnya virus ini. Sudah lama sekali," katanya.
Untuk diketahui, jumlah warga China yang bekerja di PLTU Celukan Bawang sebanyak 170 orang.
Mereka rata-rata berasal dari Beijing dan Shanghai.
Bila saja para pekerja yang pulang China itu kembali ke Buleleng, Indrianti mengaku tidak ada langkah-langkah khusus yang dilakukan oleh PLTU Celukan Bawang.
• China Kerahkan Robot Khusus di Wilayah Ini untuk Cegah Virus Corona, Lihat Vidionya Saat Bertugas
• Dispar Bali Akan Kumpulkan Pelaku Industri Pariwisata, Beri Informasi Terkait Penyakit Virus Corona
Pihaknya hanya mengandalkan thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Kalau mereka lolos dari bandara, artinya kan mereka aman (tidak terserang virus corona)," ucapnya.
Namun demikian, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkab Buleleng serta Puskemas Gerokgak, untuk mencegah masuknya virus corona.
Sementara di RSUD Buleleng, pihak rumah sakit telah menyiapkan ruang isolasi untuk penanganan pertama orang yang dicurigai terpapar virus corona.
Ruang isolasi itu dilengkapi dengan sistem bertekanan negatif, berupa proses penyaringan udara.
Sehingga udara yang keluar di ruang isolasi itu tetap steril dan tidak mengandung kuman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/8-fakta-virus-corona-di-indonesia.jpg)