Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

807 Warga Gianyar Bekerja ke Luar Negeri, 345 di Antaranya Memilih Turki

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Gianyar, Kamis (30/1/2020), jumlah warga Gianyar yang bekerja di luar negeri sebanyak 807 orang.

Tayang:
Thinkstock
Ilustrasi TKI 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, Kabupaten Gianyar masih belum menyediakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan bagi warganya.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga Gianyar, yang memilik bekerja ke luar negeri.

Negara tujuan terbanyak para buruh migran ini adalah Turki.

Pekerjaan utama yang diminati warga Gianyar di negara tersebut adalah bidang terapis.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Gianyar, Kamis (30/1/2020), jumlah warga Gianyar yang bekerja di luar negeri sebanyak 807 orang.

36 Babi Mati Misterius di Gianyar, Distanak Gianyar Gencarkan Sosialisasi

Astronom Temukan Planet Terpanas dengan Suhu Permukaan 4.300 Derajat Celcius

Akibat Virus Corona Wisman China ke Bali Turun, Pemprov Berupaya Genjot Negara Lain

Total tersebut merupakan warga Gianyar yang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

Rinciannya, sebanyak 279 orang bekerja di Italia, sebanyak 25 orang di Maldives, 345 orang di Turki, dan negara lainnya.

Kepala Disnaker Gianyar, Anak Agung Daem Jagadhita membenarkan data tersebut.

“Sesuai by name by address, sebanyak 807 orang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi. Negara yang menjadi tujuan utama adalah Turki, yakni sebanyak 345 orang."

Timeless Mendunia, Super Junior Donasi Masker untuk Selamatkan Anak-anak dari Ancaman Virus Corona

Kehilangan Pekerjaan Hingga Uang, Ini 5 Ketakutan Keuangan dan Cara Mengatasinya

BREAKING NEWS Nyawa Niti Sastra Nyaris Melayang di Tangan Keponakannya Sendiri

"Tenaga kerja kita disukai di Turki karena pekerja keras dan terkenal jujur,” ujarnya.

Menurut Gung Jagadhita, para migran Gianyar yang bekerja di Turki ini sebagian besar bekerja di bidang terapis spa, pekerja salon dan pekerjaan sejenisnya.

Sementara warga Gianyar yang bekerja di Italia, sebagian besar bekerja di bidang pesiar, anak buah pesawat (ABK) termasuk penjaga pantai.

“Yang di Turki sebagian besar di bidang terapis,” ujarnya.

Dari data tersebut, yang di luar dugaan adalah minimnya peminat bekerja di Jepang, yakni hanya tiga orang.

Virus Corona Melanda Wuhan, Hotel Bintang Lima di Kawasan Wuhan Ini Tetap Buka

Tahun 2019 Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Monumen Bajra Sandhi Turun

 

Padahal selama ini, di Kabupaten Gianyar banyak terdapat les privat bahasa Jepang.

Selain itu, di Gianyar juga terdapat sekolah yang menawarkan untuk bekerja di Jepang.

Namun dari data resmi Disnaker Gianyar, jumlah warga yang bekerja di Jepang hanya tiga orang.

“Dari data ini, yang bekerja di Jepang hanya tiga orang,” ujarnya.

Jagadhita mengungkapkan, para pencari kerja keluar negeri ini disebabkan gaji yang lebih besar.

“Bukan karena di sini kekurangan tenaga kerja, tapi mereka keluar untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, karena mata uang di sana lebih besar dari rupiah,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved