Waspada Virus Corona di Bali
Akibat Virus Corona Wisman China ke Bali Turun, Pemprov Berupaya Genjot Negara Lain
Turis China mencapai 1,185 orang atau sekitar 20 persen dari total jumlah wisman yang berlibur ke Bali.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok juga berdampak bagi pariwisata Bali.
Sejak isu virus corona menyebar ke berbagai belahan dunia, kedatangan wisatawan China ke Bali menurun drastis.
Bahkan pada saat perayaan Imlek 25 Januari 2020 lalu, kedatangan wisatawan China menurun hingga 50 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, untuk mengimbangi turunnya wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali maka diperlukan wisman dari negara lain.
Beberapa wisman yang bisa digenjot untuk datang ke Bali yakni dari Australia.
• Timeless Mendunia, Super Junior Donasi Masker untuk Selamatkan Anak-anak dari Ancaman Virus Corona
• Dewa Gede Parta Senang Sudah Punya Merajan di Kalimantan Selatan
• BREAKING NEWS Nyawa Niti Sastra Nyaris Melayang di Tangan Keponakannya Sendiri
Negara tersebut menjadi pertimbangan karena jaraknya yang memang cukup dekat dengan Pulau Dewata.
Selain Australia, Astawa mengatakan wisatawan asal Eropa juga bisa mulai disasar.
Wisatawan asal Eropa biasanya tinggal lebih lama di Bali dan uang yang dibelanjakan juga lebih banyak.
"Karena Eropa jaraknya jauh pasti di sini tinggalnya akan lebih lama dan kurs-nya mereka dengan rupiah itu kan relatif agak tinggi bedanya."
"Sehingga bagi mereka ke sini itu lebih murah," tutur Astawa saat ditemui di Bali Tourism Board, Kamis (30/1/2020).
• PT Sumber Alfaria Trijaya Bantu Usaha Mikro Masyarakat, Pedagang Dilatih Manajemen, Bantu Permodalan
• Sudah Lama Ada, Kenapa Virus Corona Baru Sekarang Menginfeksi Manusia?
• Pembuatan Rumah Sakit Corona di Wuhan China Dikebut, Jutaan Penonton Menyaksikan Siaran Langsungnya
Astawa menuturkan, wisman asal India dan Amerika Utara juga bisa digenjot agar bisa berlibur ke Bali.
Terlebih belum lama ini ada beberapa Duta Besar (Dubes) asal Amerika Utara yang datang ke Bali dan akan mempromosikan destinasi Pulau Dewata di negaranya.
"Itu potensial juga untuk mencari wisatawan sebagai kompensasi atau back up dari turunnya wisman Tiongkok," jelasnya.
Dijelaskan olehnya, turis yang datang ke Bali setiap tahunnya rata-rata berada di angka 6,3 juta orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pariwisata-provinsi-bali-putu-astawa-saat-ditemui-di-bali-tourism-board.jpg)