Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Alasan Mengapa Kakak Adik Sering Bertengkar dan Tak Akur Setelah Dewasa

Ini Alasan Mengapa Kakak Adik Sering Bertengkar dan Tak Akur Setelah Dewasa, Persaingan Masa Kecil Hingga Pasangan Memicu Perubahan

Foto ilustrasi kakak adik saudara kandung 

TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu sering bertengkar dengan kakak maupun adikmu ?

Biasanya pertengkaran kakak adik saat kecil terjadi karena berebut mainan ataupun saling mengejek.

Saat kecil pertengkaran tersebut pun dianggap hal yang wajar terjadi.

Namun jika pertengkarang tersebut terjadi hingga dewasa, apakah hal tersebut wajar ?

Berkaca dari Dampak Virus Corona, Bali Perlu Kembangkan Sektor Selain Pariwisata

Meski Terdampak Merebaknya Virus Corona, BI Optimis Ekonomi Bali Tetap Tumbuh, Bisa Gencarkan MICE

10 Makanan Sehat yang Dapat Meredakan Stres dan Menenangkan Suasana Hati

Hubungan antar saudara yang tidak akur banyak ditemui, bahkan pada orang-orang terkaya dan terkenal seperti kakak beradik Pangeran William dan Pangeran Harry.

Kabar retaknya hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry sudah berembus cukup lama.

Namun, semakin meruncing setelah Pangeran Harry memutuskan untuk mundur dari anggota senior keluarga kerajaan.

Bagi banyak pemerhati berita kerajaan Inggris, setidaknya mereka yang punya saudara kandung, yang paling menggema adalah cerita hubungan antar saudara.

Kita mungkin tak bisa membayangkan bagaimana protokol kehidupan bangsawan yang kaku, tapi banyak dari kita mungkin mengalami rasa sakit karena hadirnya jarak dengan kakak atau adik di masa dewasa.

Anda tidak harus menjadi pendukung kerajaan yang untuk merasakan sedikit kesedihan karena melihat putra-putri mendiang Putri Diana berjalan ke arah yang berbeda.

“Mengingat bahwa kita semua menyaksikan kematian Ibu mereka, saya pikir narasi yang ingin kita saksikan adalah persahabatan yang erat seumur hidup dan hubungan antara kedua saudara ini. Tapi tentu saja, ini adalah pilihan hidup mereka,” kata John Duffy, seorang psikolog klinis dan penulis “Parenting the New Teen in the Age of Anxiety”.

Lagi pula, kedua pangeran itu adalah dua pria dewasa dengan kepribadian berbeda dan sudah memiliki keluarga sendiri.

“Ini adalah kejadian yang sangat umum terjadi pada saudara kandung. Hal itu tidak selalu menunjukkan keretakan, sering kali hanya preferensi yang berbeda dari keluarga. Saya sering menemui saudara yang saling berbeda satu sama lain. Mereka punya perbedaan minat dalam hal lokasi tempat tinggal, pekerjaan, kualitas pasangan, dan hampir setiap elemen gaya hidup mereka sendiri,” kata Duffy.

Sulit mempertahankan hubungan yang sama dengan yang dimiliki di masa kecil.

Walau punya kesamaan genetik dan masa kanak – kanak, kecil kemungkinan untuk mengharapkan saudara kandung mengambil ruang sebanyak mungkin dalam kehidupan masing-masing saat mereka tumbuh dewasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved