Karya Agung Pengurip Gumi
Warga Tonja Cuti 5 Hari, Ngayah Melasti Karya Agung Pengurip Gumi
Ribuan krama begitu semangat ngiring Ida Bhatara saat prosesi Melasti Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Irma Budiarti
Dalam perjalanan menuju Pantai Tanah Lot, akan melewati atau menyeberangi beberapa sungai.
Dalam prosesnya, Ida Bhatara harus turun ke sungai meskipun di sebelahnya ada jembatan.
Tapi ini bukan berarti beliau tak mau melewati jembatan, karena maknanya adalah beliau memberikan restu kepada amerta yang disimbolkan dengan air.
Karena kehidupan tak mungkin tanpa air.
"Setiap sungai yang dilewati pasti akan turun (ke sungai). Nepak ring luwah agung (sungai) namanya," jelasnya.
Pamelastian Karya Agung Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot, termasuk “ritual” langka.
Pelaksanaan melasti ini tidak bisa ditentukan waktunya, tergantung pawisik Ida Bhatara.
Terakhir dilaksanakan tahun 1993.
Tahun ini, melasti ini berlangsung empat hari tiga malam.
Mulai 29 Januari sampai 1 Februari 2020.
Ida Bhatara dan pangiring diperkirakan baru tiba di Tanah Lot pada Kamis (30/1/2020) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kemudian kembali menuju Batukaru pada Kamis malam dengan melalui jalur yang sama.
Selama perjalanan, Ida Bhatara dan pengiring simpang dan menginap di sejumlah pura yang dilewati.
Dalam perjalanan, di depan rumah warga yang berada di jalur melasti, disiapkan makanan dan minuman bagi para pemedek atau pengiring.
Hal ini dilakukan warga sebagai wujud kebersamaan.
Sementara puluhan pemuda yang berasal dari sejumlah Sekaa Teruna (ST) di Desa Wongaya Gede yang tergabung dalam Komunitas Bisa Terbiasa memungut sampah dari iring-iringan melasti.
Mereka merupakan satu dari 20 lebih komunitas lingkungan yang digandeng oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk ambil peran menjaga kebersihan selama Karya Agung Pengurip Gumi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/prosesi-melasti-karya-pengurip-gumi-dari-pura-luhur-batukau-menuju-pura-luhur-tanah-lot.jpg)