Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wifi Gratis Baru Terpasang Sebanyak 143 Titik di Buleleng, Belum Mencapai Target yang Diinginkan

Wifi Gratis Baru Terpasang Sebanyak 143 Titik di Buleleng, Belum Mencapai Target yang Diinginkan

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Buleleng, I Ketut Suweca 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Wifi gratis yang terpasang di Buleleng, Bali saat ini baru mencapai 143 titik, sementara targetnya ada 215 titik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Buleleng, I Ketut Suweca mengaku hal ini terjadi karena topografi Buleleng yang berlembah sehingga ada beberapa wilayah yang sulit untuk dijangkau oleh sinyal internet.

Suweca menyebut, ada 47 desa di Buleleng yang masih sulit untuk dijangkau oleh sinyal internet.

Puluhan desa itu berlokasi di puncak atau lembah dataran tinggi.

Warga Tonja Cuti 5 Hari, Ngayah Melasti Karya Agung Pengurip Gumi

BB Veteriner Ambil Sampel Babi Sehat di Tabanan, Bangkai Babi Membusuk ditemukan di Aliran Sungai

Buka Tahun 2020, BPR Lestari Bali Kerja Sama Penyaluran Kredit UMKM Rp 100 Miliar dengan Bank BJB

Namun demikian, Suweca mengaku saat ini pihaknya sedang berusaha agar seluruh desa bisa merasakan bantuan internet gratis, program dari Pemprov Bali ini.

Salah satunya dengan memberikan solusi ke Pemprov, agar sistem pengadaan jaringan internetnya menggunakan wireless.

"Kalau memungkinkan pakai wireless, daerah-daerah yang blank spot itu bisa dijangkau, tinggal dipasang di tower-tower. Nah selama ini kan juknisnya harus dipasang pakai fiber optik, sehingga tidak semua daerah bisa dijangkau oleh sinyal internet. Solusi ini akan kami sampaikan ke Pemprov," jelasnya.

Suweca tidak memungkiri, sejak dipasangnya wifi gratis di fasilitas-fasilitas umum seperti bale banjar, ada beberapa tokoh masyarakat yang meminta kepada pihaknya untuk mematikan wifi tersebut di jam-jam tertentu.

Sebab, wifi yang disediakan kerap disalah gunakan oleh anak-anak muda, seperti bermain game online hingga larut malam.

"Kami sudah tindaklanjuti keluhan itu. Ada beberapa titik yang kami matikan wifinya. Jam 10 malam dimatikan, kemudian jam 4 atau 5 subuh dinyalakan lagi. Saya lupa berapa yang meminta hal seperti itu. Yang jelas sudah kami tindak lanjuti. Internet itu sebenarnya hal yang positif, jadi harus dimanfaatkan secara maksimal," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved