harga bbm di bali
Harga Pertamax Naik, Pemkab Buleleng Sesuaikan Belanja BBM Kendaraan Dinas
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter turut berdampak pada belanja operasional
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) turut berdampak pada belanja operasional kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Meski demikian, pengeluaran BBM dipastikan tetap menyesuaikan kebutuhan riil atau real cost sesuai penggunaan kendaraan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, mengatakan setiap perubahan harga BBM akan diikuti dengan penyesuaian dalam pelaksanaan anggaran.
Sebab, pembayaran BBM dilakukan berdasarkan harga yang berlaku saat kendaraan melakukan pengisian bahan bakar.
Baca juga: Inflasi Capai 0,28 Persen, BPS Catat Harga Pangan dan BBM Jadi Pemicu
"Harga Pertamax itu kan naik turun. Ketika ada kenaikan harga Pertamax, nanti di DPA yang kita susun akan disesuaikan. Kalau turun lagi, juga kita sesuaikan. Karena belanja BBM itu real cost, berapa harga saat itu ya segitu yang dibayarkan," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Suharta menjelaskan, kebutuhan BBM pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sebenarnya telah diestimasi saat penyusunan anggaran.
Namun nominal realisasi tetap bergantung pada penggunaan kendaraan dan perkembangan harga BBM di lapangan.
"Biasanya dari tahun ke tahun sudah ada estimasi kebutuhan. Tetapi realisasinya tetap menyesuaikan penggunaan dan harga yang berlaku," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: BBM Naik Tengah Malam di Bali, Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250 Per Liter
Suharta menambahkan, penggunaan BBM kendaraan dinas juga diawasi melalui mekanisme pertanggungjawaban perjalanan dinas.
Setiap pengisian BBM harus disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan yang dibuktikan melalui surat tugas atau undangan resmi.
Menurutnya, volume BBM yang dibeli dihitung berdasarkan jarak tujuan perjalanan.
Misalnya, ketika kendaraan dinas digunakan untuk menghadiri kegiatan di Denpasar, kebutuhan BBM akan disesuaikan dengan jarak tempuh menuju lokasi tersebut.
Baca juga: Pertamina Ungkap Alasan Harga Pertamax Naik di Bali, Buleleng Sesuaikan Belanja BBM Kendaraan Dinas
"Kalau ada undangan atau perjalanan dinas, baru dihitung kebutuhannya. Ke mana mobil itu digunakan, ya segitu kita beli BBM-nya. Jadi nanti dilampirkan surat undangan atau surat tugas sebagai bagian dari SPJ," jelasnya.
Di lingkungan Dinas Kominfosanti Buleleng sendiri, ada empat kendaraan operasional menggunakan Pertamax. Jumlah tersebut diluar kendaraan kepala dinas.
"Kalau kepala dinas kebanyakan mobilnya menggunakan BBM jenis dexlite," ucapnya.
Kenaikan harga Pertamax ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap realisasi belanja operasional kendaraan dinas.
Namun Pemkab Buleleng memastikan mekanisme penganggaran dan pertanggungjawaban penggunaan BBM tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. (*)
Berita lainnya di Kenaikan Harga BBM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kominfosanti-Buleleng-Made-Suharta52.jpg)