Dinas Pertanian Denpasar Sosialisasikan Pencegahan ASF Kepada Peternak, Ini Langkah Pencegahannya
Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit African Swine Fever (ASF).
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait kematian babi secara mendadak yang banyak terjadi belakangan ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit African Swine Fever (ASF).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar kelompok peternak babi yang ada di Kota Denpasar, Bali.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, Minggu (2/2/2020).
"Kami lakukan sosialisasi ini untuk pencegahan ASF di Kota Denpasar," kata Ambara.
• 5 Tips Agar Usaha Sampingan Anda Berjalan Lancar dan Berhasil
• Bintangi Film Horor Kajeng Kliwon, Indah Kalalo Ceritakan Kisah Mistis di Tempat Syuting
• Dampak Virus Corona Bagi Ekonomi China, Berpotensi Rugikan China Hingga 60 Miliar Dollar AS
Dalam sosialisasi tersebut, materi yang diberikan kepada kelompok peternak yakni tips pencegahan penyakit ASF sebelum obat dan vaksin ditemukan.
Adapun yang mesti dilaksanakan oleh peternak yakni biosekuriti, depopulasi , dekontaminasi, bantuan desinfektan dan sprayer, juga demo spraying.
"Hanya pemilik kandang sajalah yang bisa masuk ke dalam kandang babi. Untuk kendaraan pengangkut hewan dan pakan harus didesinfeksi di dekat pintu masuk dan dibatasi tidak sampai ke kandang, juga tidak menukar alat-alat kandang termasuk sepatu atau sandal kandang," katanya.
Juga dengan mengendalikan hama yang berpotensi menyebarkan virus dengan jalan mengendalikan hewan pengerat atau tikus, yang menjadi penyebar mekanik virus ASF.
Ia menambahkan, jika ada babi yang terindikasi terkena ASF agar segera melapor ke pihak petugas Dinas Peternakan Kesehatan Hewan.
Babi yang mati nantinya akan segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan lebih luas.
Masyarakat juga diminta tak menjual babi yang sakit serta melakukan isolasi hewan sakit dan peralatan serta melakukan pengosongan kandang selama dua bulan.
"Kami juga bekerjasama dengan Lab BBV Denpasar dalam pengambilan sampel untuk diuji penyebab kematian babi jika ditemukan," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-kadis-pertanian-kota-denpasar-sosialisasi-pencegahan-asf.jpg)