Waspada, Perokok Pasif Bisa Terkena Kanker Paru, Ini Alasannya
Ini Alasan Kenapa Perokok Pasif Bisa Terkena Kanker Paru, Kanker Paru Bukan Sel Kecil
Pada dasarnya, terdapat dua jenis kanker paru, yakni kanker paru sel kecil atau small cell lung cancer (SCLC) dan kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC).
Kemudian, jenis kanker yang terakhir disebutkan, NSCLC, terbagi lagi menjadi tiga kategori, yakni adenokarsinoma, sel kanker skuamosa, dan karsinoma sel besar.
Melansir Kompas.com, kategori kanker paru yang sering diderita perokok pasif adalah kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) adenokarsinoma.
Jenis kanker itu berkembang di dalam sel paru-paru yang memproduksi cairan mukus dan bisa menyebar ke kelenjar limpa di wilayah paru-paru atau melalui aliran darah ke organ lain tubuh.
Bila seseorang menderita penyakit kanker paru jenis itu, maka ia harus menjalani berbagai pengobatan untuk mengalahkan sel kanker yang ada di dalam tubuhnya.
Kepala Divisi Hematologi-Onkologi Medik, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran (FK) Universtas Gadjah Mada (UGM), dr. Johan Kurnianda, SpPD, KHOM, FINASIM, menjelaskan salah satu pengobatan kanker yang bisa dijalani pasien adalah imuno onkologi.
Asal tahu saja, imuno onkologi merupakan salah satu metode pengobatan kanker yang mengoptimalkan kemampuan imun tubuh untuk digunakan sebagai senjata dalam melawan sel kanker.
“Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli onkologi, tingkat kematian penderita kanker paru cukup besar, yakni mencapai 90 persen sebelum adanya imuno onkologi. Ini artinya, 9 dari 10 penderita kanker paru akan meninggal karena penyakit ini,” jelasnya.
Untuk diketahui, lanjutnya, pasien akan melakukan terapi imuno onkologi ini sampai ada progress atau perkembangan penyembuhan.
Selain itu, akan dilihat apakah ada efek samping yang bisa ditoleransi atau tidak.
Berdasarkan sebuah riset yang diterbitkan University of Wollongong, Australia pada 2019 juga menyatakan tingkat kelangsungan hidup keseluruhan rata-rata dari terapi imuno onkologi mencapai 30 bulan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perokok Pasif Bisa Terkena Kanker Paru, Kok Bisa?", https://sains.kompas.com/read/2020/01/30/210200923/perokok-pasif-bisa-terkena-kanker-paru-kok-bisa-.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-paru-paru-dalam-tubuh-manusia.jpg)