Breaking News:

Kunjungan Turis China Anjlok Sejak Wabah Virus Corona, Warga Lembongan Diminta Budi Daya Rumput Laut

Perbekel Desa Lembongan I Ketut Gede Arjaya meminta masyarakat bijaksana menanggapi kondisi ini, dengan mencoba beralih ke sektor lain

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi petani rumput laut di Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, belum lama ini. Saat kunjungan wisatawan anjlok, masyarakat Lembongan diharapkan dapat menekuni budi daya rumput laut. Kunjungan Turis China Anjlok Sejak Wabah Virus Corona, Warga Lembongan Diminta Budi Daya Rumput Laut 

Kunjungan Turis China Anjlok Sejak Wabah Virus Corona, Warga Lembongan Diminta Budi Daya Rumput Laut

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Anjloknya kunjungan turis China, dirasakan masyarakat di Desa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Warung-warung warga lokal di sekitar destinasi Devil Tears sepi pembeli, demikian juga dengan pengusaha jasa transportasi bagi turis China.

Perbekel Desa Lembongan I Ketut Gede Arjaya meminta masyarakat bijaksana menanggapi kondisi ini, dengan mencoba beralih ke sektor lain.

Misal menjadi petani rumput laut, yang sejak dahulu ditekuni masyarakat di Lembongan.

"Kebijakan penutupan penerbangan ke China karena virus corona ini, sangat berpengaruh ke kunjungan wisatawan ke Lembongan. Selama ini kan turis China paling mendominasi ke Lembongan," ujar Perbekel Lembongan I Ketut Gede Arjaya, Rabu (5/2/2020).

Dinkes Denpasar Bagikan 44.550 Kapsul Vitamin A Kepada Balita

Awal Tahun 2020 RSD Mangusada Terima Puluhan Pasien DBD, 14 Pasien Masih Dalam Perawatan

Sepinya kunjungan wisatawan khususnya China, sudah dirasakan sejak awal bulan Februari 2020 lalu.

Jika biasanya tamu ke Nusa Lembongan selalu dipadati turis China, saat ini justru lenggang.

Pemilik warung di sekitar destinasi Devil Tears dan pengusaha jasa transportasi mulai mengeluhkan tamu sepi.

"Pengaruhnya sangat terasa, terutama bagi warga kami yang berdagang di sekitar destinasi wisata dan pengusaha angkutan transportasi pariwisata. Dampaknya cukup signifikan," ungkapnya.

Masyarakat Lembongan yang selama ini mengandalkan pariwisata, hanya bisa menunggu virus corona dapat dikendalikan dan kunjungan wisatawan kembali normal.

Kuliah di ITB Stikom Bali Bisa Magang di Jepang, Bagaimana Caranya?

Seri 1 Srikandi Cup 2020, Merpati Bali Menang Atas Sahabat Semarang

Namun Arjaya juga meminta masyarakatnya bijak menyikapi kondisi ini.

"Seperti yang dikatakan Bupati Suwirta, saat Lembongan ramai, warga harus ingat saat kondisi sepi. Kondisi ini bisa jadi pembelajaran bagi masyarakat, agar tidak terlena dengan perkembangan pesat sektor pariwisata saja," ungkap Arjaya.

Menurutnya, masih ada sektor unggulan lain yang dapat ditekuni masyarakat, saat kondisi pariwisata lesu seperti saat ini.

Misalnya Budi Daya rumput laut yang dahulu ditekuni sebagian besar masyarakat di Lembongan, dan sempat hilang pasca berkembangnya pariwisata.

"Ini bisa jadi pembelajaran bagi masyarakat, agar tidak bertumpu pada satu sektor. Selain pariwisata, kami di Nusa Lembongan masih memiliki sektor lainnya yang dapat dikembangkan dan ditekuni oleh masyarakat lokal," jelasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved