Nilai Ekspor Bali ke China 36 Juta Dolar AS, Komoditi Terbanyak Adalah Manggis
Nilai Ekspor Bali ke China 36 Juta Dolar AS, Komoditi Terbanyak Adalah Manggis
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Provinsi Bali, Ni Wayan Lestari menyampaikan ekspor komoditi Bali ke China dari 2017 ke 2018 mengalami peningkatan 41 persen.
Selanjutnya dari tahun 2018 ke 2019 terjadi penurunan 38 persen.
Adapun nilai ekspor komoditi Bali ke China sampai tahun 2019 ini jumlahnya mencapai 36 juta dolar AS lebih.
Beberapa produk yang berhasil diekspor ke China terdiri dari buah-buahan, ikan, kerajinan tangan, kopi, lobster, tekstil dan sebagainya.
• Shin Tae-yong Panggil 34 Pemain untuk TC Timnas Senior
• Jelang Galungan, Harga Komuditas Pangan Masih Stabil di Badung, Akan Gelar Pasar Murah Ditempat Ini
• Gapensi Buleleng Tak Mampu Memenangkan, Hampir 100 Persen Jasa Konstruksi Bermodal Kecil
Namun komoditi yang mendongkrak nilai ekspor tersebut adalah bersumber dari buah-buahan, khususnya buah manggis.
“Pada tahun 2019 nilai ekspor manggis ke China mencapai Rp 8 juta dolar AS,” kata Lestari saat ditemui di Kantor Disperindag Bali, Selasa (4/2/2020).
Lestari menyampaikan dengan dihentikannya penerbangan langsung ke China, maka ekspor manggis dari dipastikan akan mengalami hambatan.
Selain China, daerah tujuan ekspor manggis adalah Taiwan.
Namun jumlahnya masih lebih sedikit.
Per hari biasanya petani bisa mengirimkan manggisnya tiga kali.
Sementara itu, sebaliknya Bali masih ketergantungan mengimpor bawang putih dari China.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bali, Nyoman Tangkas Sugiharta mengatakan mulai tahun 2017 Pemerintah Pusat mengeluarkan subsidi bagi setiap daerah yang mau mengembangkan pertanian bawang putih ini.
Untuk Bali, daerah pembudidayaan bawang putih berada di Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng dan diperkirakan baru bisa dipanen 3 bulan mendatang.
Ia mengungkapkan yang menjadi kendala adalah bawang putih ini membutuhkan air yang sangat banyak sehingga harus ditanam pada musim hujan.
Di seluruh Indonesia sedang digalakkan penanaman bawang putih ini karena Pemerintah melihat pasokannya yang tidak bisa dipenuhi dari produksi nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-jarta-saat-menemui-awak-media.jpg)