Empat Desa di Nusa Penida Masih Blank Spot, Provider Enggan Berinvestasi Karena Faktor Geografis

Dari 16 desa di Nusa Penida, 4 di antaranya masih blank spot atau belum tersentuh sinyal komunikasi dan internet memadai

Empat Desa di Nusa Penida Masih Blank Spot, Provider Enggan Berinvestasi Karena Faktor Geografis
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi wilayah di Desa Sekartaji, Nusa Penida, Rabu (12/6/2019). Desa Sekartaji menjadi salah satu desa di Klungkung yang masih mengalami blank spot atau sama sekali belum terjangkau sinyal telekomunikasi. Empat Desa di Nusa Penida Masih Blank Spot, Provider Enggan Berinvestasi Karena Faktor Geografis 

Empat Desa di Nusa Penida Masih Blank Spot, Provider Enggan Berinvestasi Karena Faktor Geografis

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, ternyata belum didukung dengan sarana telekomunikasi yang memadai.

Dari 16 desa di Nusa Penida, 4 di antaranya masih blank spot atau belum tersentuh sinyal komunikasi dan internet memadai.

Kadiskominfo Klungkung I Wayan Parna mengungkapkan, 4 desa yang masih blank spot itu Desa Sekartaji, Desa Suwana, Desa Klumpu dan Desa Batukandik.

Meski saat ini telah dibangun 22 menara BTS (Base Transceiver Station) di Nusa Penida, tetap saja empat wilayah tersebut masih belum terjangkau sinyal komunikasi.

“Perusahaan telekomunikasi (provider) masih enggan berinvestasi di Nusa Penida. Perusahaan telekomunikasi menganggap wilayah Nusa Penida tidak terlalu menguntungkan untuk dibangun menara telekomunikasi,” jelas Wayan Parna, Rabu (5/2/2020).

Masalah lain yang menjadi kendala yakni faktor geografis.

Dikira Kontraksi Palsu, Ibu Ini Melahirkan Saat Tes SKD CPNS, 15 Menit di UGD Bayinya Lahir

Pemeriksaan Internal Disampaikan ke Kejaksaan, Inspektorat Klungkung Rampungkan Ekspose TOSS Centre

Meski banyak lahan kosong untuk membangun tower, tapi tidak didukung kondisi geografis dan akses infrastruktur yang memadai, sehingga perangkat telekomunikasi juga sulit dibangun.

“Misal ada program internet untuk desa adat dari Pemprov Bali. Karena kondisi geografis dan medan berat, penyedia belum mampu maksimal memasang infrastruktur internet di beberapa desa di Nusa Penida," jelasnya.

Akibat kondisi itu, pelayanan berbasis online seperti web desa, aplikasi administrasi kependudukan online, e-surat, dan pelayanan yang berbasis online lainnya, berjalan tak maksimal di wilayah itu.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved