Breaking News:

Sudikerta Masuk Penjara, Hakim Tak Terima Tuntutan Wayan Wakil

Berdasarkan sejumlah pertimbangan itu majelis hakim pun menetapkan, bahwa tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima

Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Kiri: Terdakwa I Wayan Wakil menggunakan kursi roda saat memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (3/10/2019). Kanan: Ketut Sudikerta, Wayan Wakil, dan Anak Agung Ngurah Agung ketika menjalani sidang kasus dugaan penipuan jual beli tanah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi akhirnya membacakan hasil penetapan terhadap perkara dengan terdakwa I Wayan Wakil di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (6/1/2020).

Wayan Wakil menjadi terdakwa bersama mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudiketlrta dan AA Ngurah Agung (keduanya telah divonis) terkait tindak pidana pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar dengan dengan korbannya, bos Maspion Grup, Alim Markus.

Dalam amarnya, majelis hakim mengurai pelbagai petimbangan terkait dengan kondisi Wayan Wakil yang sakit dan tengah mendapat perawatan intensif dari dokter.

Pula pertimbangan dari keterangan beberapa dokter ahli.

"Pertimbangan melihat kondisi terdakwa yang dalam kondisi sakit dan tidak bisa diajak bicara. Berdasarkan keterangan dokter ahli, terdakwa menderita diabetes tingkat IV atau tingkat tinggi. Terdakwa juga sakit jantung," papar Hakim Anggota Kony Hartanto dihadapan tim penasihat hukum terdakwa yang dikomandoi Agus Sujoko dan tim jaksa yang dikoordinir Jaksa I Ketut Sujaya.

Berdasarkan sejumlah pertimbangan itu majelis hakim pun menetapkan, bahwa tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima.

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan panitera PN denpasar agar mengembalikan perkara ini ke kejaksaan.

"Nanti jika terdakwa pulih, perkaranya bisa diajukan lagi," ucapnya sembari menutup sidang.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim bersama tim jaksa sempat melihat kondisi Wayan Wakil secara langsung.

Hakim dan jaksa pun tidak kuat berlama-lama melihat kondisi Wayan Wakil yang mengenaskan.

Terdakwa sendiri dibantarkan sejak 28 November 2019 di RS Bali Jimbaran.

"Hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda sembuh," kata Agus Sujoko kala itu.

Seperti diketahui, Wayan Wakil merupakan salah seorang terdakwa kasus dugaan penggelapan dan penipuan tanah dengan saksi korban bos PT Maspion Group, Ali Markus.

Sejak ditahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung, kondisi kesehatan Wayan Wakil memburuk.

Beberapa kali hadir di persidangan, Wayan Wakil dipapah dan menggunakan kursi roda. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved