Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

80 Babi Mati di Gianyar, Distan Gencarkan Sosialisasi ke Peternak

Gianyar semakin menggencarkan sosialisasi ke peternak babi menyusul peningkatan kasus kematian babi

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Babi di kandang warga. 80 Babi Mati di Gianyar, Distan Gencarkan Sosialisasi ke Peternak 

Sementara untuk peternak yang babinya tidak terserang penyakit misterius ini, kata dia, diharapkan tetap menjaga kebersihan kandang dan melakukan pengawasan ketat terhadap orang yang masuk keluar kandang.

“Sebelum dan sesudah masuk kandang mandi dulu, dan menggunakan pakaian, sepatu dan peralatan lainnya yang sudah disemprot disinfektan. Jika babinya dijual, jagal dan peralatannya dilarang masuk kandang. Babi harus dikeluarkan dari kandang menggunakan peralatan sendiri. Semua peralatan yang digunakan harus dilakukan disinfektasi,” ujarnya.

Wabah Babi Mati Mendadak di Tabanan, Bagaimana Kelanjutan Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan?

Bali Sedang Diterpa Kasus Babi Mati Mendadak, Kini Muncul Kasus Bangkai Babi di Penatih Denpasar

Pihaknya juga menegaskan, penyakit ini tidak menular ke manusia.

“Penyakit ini tidak bersifat penyakit zoonosis atau tidak menular ke manusia. Aman mengonsumsi daging babi jika berasal dari babi yang sehat dan dimasak sampai matang,” ujarnya (weg)

Harga Babi Gianyar Turun

Berdasarkan data Bidang Peternakan Distan Gianyar, harga daging babi di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan.

Sebelum adanya kasus kematian babi secara misterius ini, harga babi masih di kisaran Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram.

Namun sejak Senin (3/2/2020), mengalami penurunan hingga Rp 23 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram.

Kabid Peternakan, Ngakan Putu Readi mengatakan, penurunan harga ini dikarenakan ada kekhawatiran peternak babinya akan mati.

Karena itu, banyak peternak babi yang tergesa-gesa menjual ternaknya.

Kondisi semakin buruk lantaran ada kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging babi, sehingga harga daging babi mengalami penurunan.

“Turunnya harga daging babi ini karena adanya kekhawatiran peternak, dan konsumsi daging babi di masyarakat juga menurun. Ini menyebabkan harga babi mengalami penurunan,” ujarnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved