Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wabah Babi Mati Mendadak di Tabanan, Bagaimana Kelanjutan Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan?

Pengadaan disinfektan sebanyak 1.200 liter dan biaya operasional dengan anggaran Rp 234 juta yang diusulkan Dinas Pertanian ke Pemkab belum jelas

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Irma Budiarti
Balai Besar Veterinereriner Denpasar
AMBIL SAMPEL - Petugas Balai Besar Veterinereriner Denpasar mengambil sampel darah babi di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (29/1/2020). Wabah Babi Mati Mendadak di Tabanan, Bagaimana Kelanjutan Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan? 

Wabah Babi Mati Mendadak di Tabanan, Bagaimana Kelanjutan Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan?

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Nasib pengadaan disinfektan sebanyak 1.200 liter dan biaya operasional dengan anggaran Rp 234 juta yang diusulkan Dinas Pertanian ke Pemkab Tabanan masih belum jelas.

Sebab, hingga saat ini masih belum ada pembahasan dari TAPD Tabanan terkait hal tersebut.

Padahal, kebutuhan obat tersebut sangat diperlukan di tengah peternak yang sedang menjerit dengan peristiwa 537 ekor babi mati mendadak di Kabupaten Tabanan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, anggaran pengadaan disinfektan sudah diusulkan ke Pemkab Tabanan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila.

Secara umum respon Sekda sudah memberikan lampu hijau terkait hal tersebut. Selain Sekda, Dinas Pertanian juga sudah menyampaikan kebutuhan tersebut ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan.

Tiga Babi Mati Mendadak di Biluk Poh Kangin Jembrana

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bahaya Virus ASF Penyebab Ribuan Babi Mati di Bali

"Beberapa hari lalu kami sudah usulkan melalui Pak Sekda. Informasi kemarin, dari Pak Sekda juga sudah ACC terkait hal tersebut. Hanya saja kami akan terus tunggu, karena masih belum pasti mendapat. Intinya belum dapat, dan sekarang masih diperjuangkan," ujar Budana, Rabu (5/2/2020).

Budana melanjutkan, pihak Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan juga sempat mengkonfirmasi terkait usulan tersebut, dan rencana akan segera dibahas di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Yang jelas belum pasti, tapi kami akan perjuangkan agar segera terealisasi," katanya.

Disinggung mengenai kondisi pasca terjadinya babi mati mendadak, Budana menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan melakukan sosialisasi kepada peternak untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.

Untuk yang sudah terdampak wabah agar tidak membuang bangkai babi ke sungai, namun ditanam.

"Secara umum kami sudah menerima laporan baru, tapi tim sudah turun. Untuk jumlahnya masih 537 karena kami belum terima laporan," akunya.

Pastikan Daging Babi Aman Dikonsumsi, Badung Turunkan 40 Petugas Pemeriksaan Jelang Galungan

Pemprov Bali Umumkan Babi Mati di Bali Positif ASF, Tapi Ternyata Belum Terima Hasil Lab dari Medan

Terpisah, Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti menyatakan usulan dari Dinas Pertanian sudah diterima.

Selanjutnya akan dilakukan pembahasan di TAPD agar bisa terealisasi.

"Kami akan bahas di TAPD," ucapnya singkat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved