Petani Arak di Bali Ini Akan Gelar Syukuran Sambut Pemberlakuan Pergub Bali No 1 Tahun 2020

Petani arak di Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem antusias menyambut pembelakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No 1

Petani Arak di Bali Ini Akan Gelar Syukuran Sambut Pemberlakuan Pergub Bali No 1 Tahun 2020
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Seorang petani arak warga Desa Tri Eka Bhuana sedang menjelaskan tahapan-tahapan dalam proses pembuatan arak Bali, Minggu (17/2/2019) sore. 

 Petani Arak di Bali Ini Akan Gelar Syukuran Sambut Pemberlakuan Pergub Bali No.1 Tahun 2020

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Petani arak di Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem  antusias  menyambut pembelakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No 1 Tahun 2020 mengenai Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Atau Distilasi Khas Bali.

Peraturan gubernur  tersebut  memberi jaminan hukum, perlindungan dan sangat membantu mereka dalam pemasaran produk.

I  Nyoman Redana, petani arak asal Tri Eka Buana mengatakan, syukuran tersebut akan mereka selenggarakan  saat sugihan bali dan jawa.

"Saat sugihan bali kita akan gelar syukuran, bersamaan pembentukan koperasi arak. Petani arak sangat dibantu peraturan gubernur.

Ini bertanda pemerintah  berpihak ke petani arak," kata  I Nyoman Redana,  Kamis (6/2).

Menurut dia, Pergub No. 1 Tahun 2020 merupakan angin segar bagi petani arak

Mereka tak perlu lagi  kucing-kucingan dengan aparat kepolisian saat produksi maupun mendistribusikan arak ke luar Karangasem.

"Sebelumnya petani kucing-kucingan saat mendistribusikan arak," kata Redana.

Redana dan rekan-rekannya di desa itu akan  lebih semangat produksi arak. Sebelumnya hanya produksi 20 liter per hari, kini bisa 30 - 40 liter per hari.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved