Banjir Bandang di Bangli

Cuaca Ekstrim dan Perubahan Tata Ruang Lahan Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Songan

Perpaduan Cuaca Ekstrim dengan Perubahan Tata Ruang Lahan, Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Songan

Cuaca Ekstrim dan Perubahan Tata Ruang Lahan Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Songan
Kalaksa BPBD
Koordinasi-BPBD Bali bersama Muspida Kabupaten Bangli melakukan koordinasi untuk membuka akses jalan Kintamani menuju Pura Hulun Danu Songan, kabupaten Bangui, dan membersihkan lingkungan rumah warga yang terkena lumpur,Sabtu (8/2/2020) 

TRIBUN-BALI. COM, DENPASAR - Perubahan tata ruang lahan mengakibatkan potensi bencana semakin meningkat.

Daerah Songan, Bangli, Bali yang merupakan daerah perbukitan di kawasan gunung Batur dengan kawasan pemukiman dan perkebunan menjadikannya sebagai kawasan risiko bencana, ditandai dengan frekuensi bencana yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Banjir bandang yang terjadi di banjar Hulu Danu Songan, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani pada jumat (7/2/2020) adalah salah satu bencana yang terjadi akibat perpaduan dari cuaca ekstrim dengan tata ruang lahan yang berubah.

Intensitas hujan tinggi di bagian atas bukit dari Banjar Kayu Padi, Desa Belandingan serta Desa Pinggan mengakibatkan banjir bandang dengan membawa lumpur setinggi 1 meter.

Awal Tahun 2020 Terjadi 126 Bencana di Bali, Kerugian Material Diperkirakan Capai Rp 650 Juta

Reuni Gelora Dewata 89, Fans Asal Bangli Pakai Jersey GD yang Dibeli 31 Tahun Lalu

Ramalan Zodiak Keuangan 9 Februari 2020, Cancer Keuanganmu Butuh Perhatian, Leo Perlu Penanganan

Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin mengungkapkan banjir bandang tersebut telah merendam 8 unit mobil, 20 unit motor , 1 sekolah TK, memutuskan jembatan, merobohkan tiang listrik, merusak lahan pertanian, merendam 40 rumah warga dengan lumpur, serta mengakibatkan empat KK mengungsi kerumah kerabat dekatnya.

Syukurnya bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Rentin menerangkan BPBD Provinsi Bali bersama Muspida Bangli, TNI/Polri, Kementerian PU Marga Jalan Nasional Bali Timur, BPBD Kabupaten Bangli dan instansi terkait lainnya bersama masyarakat bergotong royong dibantu oleh alat berat kemudian melakukan pembukaan akses jalan Kintamani menuju Pura Hulun Danu Songan dan membersihkan lingkungan rumah warga yang terkena lumpur.

“Kami hadir bersama masyarakat Bangli dalam semangat kekeluargaan sebagai bagian tugas kemanusiaan. Mobil ambulans kami siagakan pula sebagai antisipasi masyarakat yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan,” ujar Rentin dalam siaran persnya, Sabtu (8/2/2020)

Ia berkata, dalam jangka panjang, upaya mitigasi bencana akan dikedepankan sehingga kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan mengingat kejadian ini hampir berulang terjadi dikawasan Songan, Bangli.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mengenali penyebab banjir, memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadi banjir, sehingga masyarakat selalu siap siaga di lingkungan dengan risiko bencana. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved