Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warga Desa Seraya Karangasem Minta Pemerintah Untuk Bangun Jembatan, Ini Alasannya

Warga Desa Seraya meminta Pemerintah Kabupaten Karangasem beserta Provinsi Bali segera bangun jembatan

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Saiful Rohim
Luapan air sungai ke badan jalan di Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Selasa (11/2/2020) siang. Luapan masih kecil karena belum hujan. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Warga di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, Bali meminta Pemerintah Kabupaten beserta Provinsi Bali segera bangun jembatan sekitar jalan yang dilalui luapan air sungai saat hujan deras.

Jalan yang dilalui luapan air sungai sekitar 5 ruas, tersebar di Seraya Timur dan Seraya Tengah.

Di Seraya Timur, jalan yang dilalui luapan air sungai ada 3 ruas.

Pertama Jalan Tukad Linggah hubungkan Banjar Batu Kori ke Tanah Barak, Jalan Tukad Pancoan penghubung Banjar Tukad Buah ke Tiing Jalas, dan  Jalan Tukad Bisa menghubungkan Banjar Tukad Tiis Batu Kori.

Kelompok Wisata Banyuwangi Nilai Pengembangan Pulau Tabuhan Tambah Daya Tarik

Bayangkan Penyesalan di Usia 80 Tahun, Rahasia Sukses Pendiri Amazon Jeff Bezos

Pasar Murah Galungan di Lumintang Denpasar, Pedagang yang Berani Mainkan Harga Akan Kena Sanksi Ini

Sisanya di Seraya Tengah.

Perbekel Desa Seraya Timur,Made Pertu mengaku, warga sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan sekitar jalan yang dilalui luapan air sungai.

Mengingat saat ini Karangasem sering diguyur hujan cukup deras, dengan intensitas lama.

Imbasnya ke masyarakat sekitar, serta siswa.

Ditambahkan, ratusan siswa dari Seraya Timur terpaksa meliburkan diri karena aliran sungai meluap hingga 30 - 50 cm.

Siswa mengaku takut melintasi luapan sungai karena deras.

"Kalau sudah musim hujan banyak siswa SMA di Seraya Timur yang meliburkan diri,"kata Pertu, Selasa (11/2/2020).

Ia berkata, aktivitas warga juga terhambat lantaran masalah ini.

Warga terpaksa tak berjualan karena luapan sungai ke badan jalan.

Mereka tidak bisa menjual hasil kebun, dan membeli kebutuhan setiap hari.

Kondisi ini sangat rawan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved