Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

50 Ekor Babi Mati, Balai Besar Veteriner Denpasar Ambil Sampel Darah Babi di Desa Bungkulan Buleleng

Menyikapi adanya kasus kematian babi di Desa Bungkulan Buleleng, Balai Besar Veteriner Denpasar melakukan pengambilan sampel darah babi

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas Balai Besar Veteriner Denpasar mengambil sampel darah babi milik Komang Suarini, warga di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Rabu (12/2/2020). 50 Ekor Babi Mati, Balai Besar Veteriner Denpasar Ambil Sampel Darah Babi di Desa Bungkulan Buleleng 

50 Ekor Babi Mati, Balai Besar Veteriner Denpasar Ambil Sampel Darah Babi di Desa Bungkulan Buleleng

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Menyikapi adanya kasus kematian babi di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, BaliBalai Besar Veteriner Denpasar pada Rabu (12/2/2020), melakukan pengambilan sampel darah babi.

Ini dilakukan untuk mengetahui penyebab matinya puluhan babi di desa tersebut.

Dari pantauan di lokasi, dua petugas berpakaian khusus mendatangi satu per satu kandang babi milik warga di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan.

Salah satunya adalah milik Komang Suarini (35).

Mereka mengambil sampel darah babi yang masih bertahan hidup, untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium.

Tak hanya mengambil sampel darah, petugas juga memberikan disinfektan untuk mencegah berkembangnya bakteri maupun virus di kandang.

Kepada Tribun Bali, Suarini mengaku sejak adanya kasus kematian babi secara mendadak di desa tersebut, ia bergegas menjual delapan ekor anak babi miliknya agar tidak rugi.

Dimana harga per ekornya dibanderol sebesar Rp 500 ribu.

Sementara induknya sudah mulai menunjukkan gejala sakit, seperti tidak mau makan.

Ia pun mengaku sudah ikhlas bila kelak induk babinya itu mati.

"Biasanya ada satu ekor anaknya yang saya sisakan, biar dipelihara sampai besar. Tapi karena adanya kasus ini, semua akhirnya saya jual. Daripada mati, nanti saya yang rugi. Soalnya babi milik mertua saya sudah ada yang mati satu ekor," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta menyebutkan, berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, per Rabu (12/2/2020) siang, sudah ada 50 ekor babi mati di Desa Bungkulan.

Sementara yang sakit, ada 11 ekor, dan sehat 65 ekor.

Secara keseluruhan, jenis babi yang ada di Desa Bungkulan itu adalah babi hitam lokal.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved