Sponsored Content
Pemkab Jembrana dengan PT Systemic Jalin Kerjasama Tangani Sampah, Gunakan Program STOP
Pemerintah Kabupaten Jembrana dan PT Systemic sepakat menjalin kerjasama pengelolaan sampah menggunakan program STOP
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemerintah Kabupaten Jembrana dan PT Systemic sepakat menjalin kerjasama pengelolaan sampah menggunakan program STOP (Stopping Tap on Ocean Plastics).
Program ini bertujuan mengurangi sampah plastik dengan menciptakan manajemen pengelolaan sampah yang komperehensif.
Kesepakatan kerjasama diwujudkan melalui penandatanganan MOU ( nota kesepahaman), dihadiri Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dilaksanakan di Gedung Mendopo Kesari, Negara, Jembrana, Bali, Selasa (11/2/2020).
Kemitraan program STOP di Jembrana ini sepenuhnya didanai oleh Aliance to End Plastic Waste.
• Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Wantilan Pura Dalem Maspait Sanur, Harapkan Ini
• Bupati Bangli Lantik Badan Promosi Pariwisata Daerah Bangli, Ini yang Diharapkan I Made Gianyar
• Jaya Negara Buka Festival Bulan Bahasa Bali 2020, Jadi Wahana Pelestarian Bahasa dan Sastra Bali
Sebuah organisasi yang dibentuk untuk membantu mengakhiri aliran sampah plastik ke lingkungan.
Sementara proses kerjasama berlangsung kurun waktu tiga tahun kedepan.
Wabup Kembang mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran program STOP di masyarakat dan bekerjasama dengan Pemkab Jembrana dalam membawa layanan pengelolaan sampah di pemukiman dan kawasan bisnis serta sosialisasi ke masyarakat termasuk sekolah.
Persoalan sampah menurutnya sangat krusial.
Kalau tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi musibah, sebaliknya apabila mampu ditangani maka mampu membawa berkah dan menghasilkan.
“Dibali kita kenal konsep Tri Hita Karana, bagaimana hubungan menjaga alam dengan baik. Kalau alam kita tidak jaga maka kehidupan /tatanan akan hancur. Karena itu persoalan sampah harus kita selesaikan bersama-sama . Saya berterimakasih kepada PT sistemic yang sudah membantu Jembrana dan dijadikan pilot projet. Mudah-mudahan dengan kehadiran mereka dan tentu sinergi dengan pemerintah daerah, dinas, adat termasuk bersama masyarakat, saya yakin program ini akan sukses kurang dari tiga tahun , “ terang Kembang.
Ditambahkannya, penanganan sampah oleh pemerintah daerah bukan pertama kalinya, namun sudah bergerak sebelumnya.
Hanya saja diakuinya masih belum maksimal.
Contoh konkretnya sudah dilaksanakan di desa Baluk dan Kelurahan Pendem.
"Soal anggaran saya kira tidak jadi masalah, karena ada APBDES dan cukup lahan untuk dijadikan TPST dan TPS3 R. Persoalannya tinggal bagaimana kita mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, termasuk dari pasar sehingga sampah sudah terpilah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis kita hargakan, yang tidak kita kelola di TPST, menjadi pupuk atau pelet hingga menjadi sampah mandiri," kata Kembang.
"Sedangkan kerjasama ini akan diterapkan akan perkotaan terlebih dahulu yakni, di kecamatan Jembrana dan Negara karena sampah dikota paling banyak. Kita fokus disini dulu baik itu edukasi, pemilahan dan juga TPS3 R,“ tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penandatanganan-kesepakatan-kerjasama-antara-pemkab-jembrana-dengan-pt-systemic.jpg)