Wabah Babi Mati Mendadak Tak Ada Solusi, Peternak Menjerit, Pemerintah Tak Respon
Wabah Babi Mati Mendadak Tak Ada Solusi, Peternak Mengharapkan Perhatian dari Pemerintah
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Intinya kami di peternak mengharapkan perhatian dari pemerintah. Minimal semangat untuk mengulang kembali beternak dan memberikan pemahaman tentang virus serta cara pencegahannya," harapnya.
Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suamba mengatakan, hingga saat ini belum mendapat laporan dari masyarakat terkait wabah kematian babi mendadak di Tabanan.
Ia menyebutkan, angka pasti kematian babi masih di 537 ekor babi, sama seperti data yang diungkapkan pada Akhir Januari 2020 lalu.
"Kami belum mendapat laporan, jumlah masih yang kemarin itu 537 ekor babi mati mendadak di Tabanan," kata Suamba.
Disinggung mengenai pengadaan desinfektan untuk para peternak di Tabanan, Suamba mengaku sampai saat ini masih berjuang ke Pemkab Tabanan.
Dia berharap agar segera direalisasikan meskipun jumlahnya tak sesuai.
"Kami masih tetap berjuang agar pengadaan desinfektan bisa segera terealisasi," janjinya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-babi-warga-di-kandang.jpg)