DPO Polda Bali Cok Putri Swandewi Sudah Dikeluarkan dari Adat Banjar Pande Bangli

Cok Putri Swandewi Oktavini yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Bali telah dikeluarkan dari adat

DPO Polda Bali Cok Putri Swandewi Sudah Dikeluarkan dari Adat Banjar Pande Bangli
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Klian Banjar Adat Pande, Bangli, Bali, I Wayan Nyepek. DPO Polda Bali Cok Putri Swandewi Sudah Dikeluarkan dari Adat Banjar Pande Bangli 

DPO Polda Bali Cok Putri Swandewi Sudah Dikeluarkan dari Adat Banjar Pande Bangli

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kabar mengenai Cok Putri Swandewi Oktavini yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Bali, telah diketahui oleh pihak adat.

Wanita 41 tahun itu bahkan telah dikeluarkan dari adat.

Klian Adat Banjar Pande, I Wayan Nyepek, Rabu (12/2/2020), menjelaskan, dikeluarkannya Cok Putri Swandewi Oktavini dari roban Banjar Adat Pande, Bangli, Bali, sudah sejak dua tahun lalu.

Ia dikeluarkan lantaran tidak pernah terlihat berada di kediamannya, serta tidak memenuhi kewajibannya di adat.

Terkini Soal Kasus Cok Putri Swandewi DPO Polda Bali, BKD Bangli Belum Tahu Status Kepegawaiannya

Begini Sepak Terjang Cok Putri Swandewi Janda Cantik Asal Bangli yang Kini Masuk DPO Polda Bali

“Lama yang bersangkutan tidak pernah muncul, akhirnya yang ngerobang niki iparnya. Hal ini juga yang disinyalir membuat iparnya mal uke banjar, dan sempat melapor ke tiang menceritakan segala persoalannya. Tiang juga sarankan agar yang bersangkutan berkoodinasi dengan orangtua Cok Putri Swandewi Oktavini, apakah diterima atau tidak jika yang bersangkutan dikeluarkan dari Banjar Pande,” ungkapnya.

Setelah dilakukan koordinasi dan disetujui, lanjut Nyepek, Cok Putri Swandewi Oktavini secara resmi dikeluarkan dari Banjar Pande pada tahun 2017.

Hal tersebut juga telah disampaikan pihaknya melalui forum banjar.

Nyepek mengungkapkan, Cok Putri Swandewi Oktavini memiliki tiga orang anak.

Sepak Terjang Cok Putri Swandewi di Bangli, Perawat Cantik yang Jadi DPO Polda Bali

Janda Cantik Asal Bangli Jadi Incaran Polda Bali karena Jual Mobil Jazz dengan BPKB Palsu

Suaminya telah meninggal dunia sekitar tahun 2016 silam, dan dilakukan prosesi ngaben pada tahun 2017.

Sejak saat itu, Cok Putri Swandewi Oktavini jarang terlihat di kediamannya.

Sedangkan kewajiban sebagai krama istri seperti PKK dan sebagainya juga tidak dilaksanakan.

“Sejak suaminya meninggal dunia, hanya sekali saja saya lihat dia. Setelah itu sama sekali tidak pernah. Dari tiga orang anak, hanya satu anaknya yang berada di Banjar Pande. Sedangkan dua orang anaknya dibawa oleh Cok Putri,” tandasnya.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved