Dinas PKP Bangli Kampanyekan Konsumsi Babi Aman dengan Makan Babi Guling Bersama

Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar makan babi guling bersama dengan sejumlah kepala OPD

Dinas PKP Bangli Kampanyekan Konsumsi Babi Aman dengan Makan Babi Guling Bersama
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma. Dinas PKP Bangli Kampanyekan Konsumsi Babi Aman dengan Makan Babi Guling Bersama 

Dinas PKP Bangli Kampanyekan Konsumsi Babi Aman dengan Makan Babi Guling Bersama

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar makan babi guling bersama dengan sejumlah kepala OPD terkait.

Kegiatan dilangsungkan di halaman depan Kantor Bupati Bangli, Bangli, Bali, Jumat (14/2/2020) pukul 11.00 Wita.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dinas PKP) Bangli I Wayan Sarma menjelaskan, kegiatan kampanye konsumsi daging babi aman, untuk menyikapi merebaknya isu African Swine Fiver (ASF) yang terjadi.

Pasalnya, ASF selain menyebabkan keresahan dari kalangan peternak, juga menimbulkan waswas dari konsumen.

Jamuan Babi Guling Ala Pemprov Bali di Saat Masyarakat Takut Makan Daging Babi

Kecamatan Marga Tabanan Makan Babi Guling Bersama, Peternak Tuntut Pemerintah Lakukan Langkah Nyata

“Banyak yang bertanya-tanya aman atau tidak mengonsumsi daging babi. Karenanya kami demokan di hadapan pimpinan OPD, pak bupati, serta organisasi Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI). Di samping itu, juga mengundang Ketua PHDI Bangli dan Majlis Madya Desa Adat selaku perwakilan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Sarma, digelar paca sembahyang bersama di Padmasana Kantor Bupati.

Ada satu ekor babi seberat 60 kilogram hingga 70 kilogram yang disediakan pada kegiatan demo ini.

Meskipun jumlahnya sedikit, pihaknya mengaku ingin membuktikan pada masyarakat bahwa daging babi aman dikonsumsi, selama tidak menunjukkan gejala sakit.

“Selain itu tata cara penglolahan juga harus dipastikan benar-benar matang,” ujarnya.

Berkunjung ke Bali, Jangan Lupa Makan Babi Guling, Ini 8 Warung Babi Guling di Denpasar Selatan

Makan Babi Guling Bersama Tangkal Virus ASF di Jembrana

Walaupun isu ASF sempat ramai di beberapa wilayah kabupaten, Sarma menegaskan di Bangli hingga kini belum ditemukan kasus kematian akibat virus tersebut.

Sementara disinggung soal populasi babi di Bangli, mantan Sekdis PKP Bangli ini mengaku ada penurunan total populasi antara tahun 2019 dengan tahun 2018.

Meski demikian, pihaknya menegaskan hal tersebut bukan disebabkan virus ASF.

“Berdasarkan data, tahun 2018 populasi babi di Bangli mencapai 59.646 ekor. Sedangkan tahun 2019 tercatat 50.070 ekor. Ini terjadi karena fluktuasi alami saja. Artinya ada ternak babi yang sudah dijual, namun peternak belum menambah populasi. Sehingga menyebabkan jumlahnya menurun,” tandasnya.

(*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved