Isu Virus ASF di Bali, GUPBI Bangli Benarkan Ada Penurunan Harga Bibit Babi
Isu merebaknya African Swine Fiver (ASF) hingga kematian babi mendadak di kabupaten lain, tak ayal membuat para peternak di Bangli cemas
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Peternak babi asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku itu, mengaku sebelum adanya isu sebaran ASF, harga bibit babi masih stabil.
Bahkan sempat naik di harga Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per ekor.
Sedangkan harga timbangan babi hidup yakni berada di kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Namun pasca merebaknya isu virus ASF, wanita yang berkecimpung di dunia ternak sejak 10 tahun silam itu, mengaku harganya langsung anjlok.
Dimana harga bibit sempat ditawar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per ekor.
“Padahal rata-rata bibit yang saya jual tidak pernah di bawah Rp 600 ribu. Itu pun saat harga timbangan berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Suyantini menilai anjloknya harga bibit babi lantaran ada oknum tertentu yang mungkin bekerjasama dengan oknum calo maupun penjagal, dengan memanfaatkan isu ASF.
Dimana oknum tersebut masuk ke peternak rumahan, serta sengaja menawar harga babi dengan sangat murah.
“Bahkan teman saya belum lama ini menjual harga timbangan Rp 22 ribu per kilo. Padahal awalnya harga timbangan berada di kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu, dan harga Rp 25 ribu terendah. Apalagi jelang Galungan, biasanya peningkatan mencapai Rp 28 ribu per kilogram,” katanya.
“Harga jual yang murah ini juga beradampak pada harga bibit. Jangankan ada yang menawar, orang yang memelihara untuk penggemukan saja banyak yang tidak mau. Mereka takut karena harga pakan masih tinggi, sedangkan bibit ditawar semurah-murahnya,” ucap dia.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dinas PKP) Bangli I Wayan Sarma, saat disinggung mengenai jaminan kestabilan harga babi, mengaku hingga kini belum ada kesepakatan soal penetapan harga.
Sebab jikapun ada kesepakatan, Sarma menilai sering kali harga yang telah ditetapkan akan berbeda dengan yang terjadi di lapangan.
Karenanya mengenai harga babi, pihaknya masih menyerahkan pada mekanisme pasar.
“Untuk saat ini harga babi per kilogram masih kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu. Walaupun di beberapa tempat ada yang lebih rendah dari harga tersebut. Harga babi Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu ini masih cenderung stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab jelang Galungan, biasanya harga babi naik sebesar seribu hingga dua ribu per kilogram,” tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-gupbi-bangli-sang-putu-adil-kanan-bersama-kadis-pkp-bangli-i-wayan-sarma-kiri.jpg)