Rumah Semi Permanen Milik Mek Sulih Terbakar, Kerugian Capai Belasan Juta
Rumah milik Ni Wayan Kartika alias Mek Sulih di sekitar Banjar Timbrah Lambuan, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Bali hangus terbakar api
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Rumah milik Ni Wayan Kartika alias Mek Sulih disekitar Banjar Timbrah Lambuan ,Desa Pertima, Keecamatan Karangasem, hangus terbakar api, Jumat (14/2/2020) sekitr pukul 04.00 wita.
Rumah semi permanen tak tersisa.
Isi dalam rumah, seperti surat - surat pun ikut terbakar.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, rumah berukuran 4 x 4 meter terbakar saat kondisi di dalam sepi.
Bangunan berdinding bedeg ditinggal keluar pemiliknya.
Anak Ni Wayan Kartika meninggalkan rumahnya, dan tidur di tempat temannya di Budakeling, Kecamatan Bebandem.
• Tim TNI Bersiap Mendaki di Ketinggian 12.500 Kaki untuk Evakuasi Jatuhnya Helikopter MI 17 di Papua
• MotoGP 2020: Marc Marquez 6 Kali Raih Juara Dunia Bersama Repsol Honda, Baru Operasi Bahu
• Jelang Pilkada Serentak 2020, Pangdam IX/Udayana Ingatkan Netralitas Prajurit
Sementara orangtuanya berdagang di Klungkung.
Kobaran api baru diketahui pukul 04.00 wita oleh I Ketut Tambun warga Pertima.
Api yang berasal dari gubuk terus membesar.
Ketut Tambun langsung minta bantuan ke tetangga untuk pemadamannya, lalu menelpon petugas Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, & petugas kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Kota, IPTU Wayan Gede Wirya menjelaskan, rumah terbakar saat dalam kondisi kosong.
Tak ada korban jiwa & luka.
• Gerak Gerik Pengemudi Mobil di Balik Kaca Gelap dan Tebal Tak Luput dari Kamera e-TLE
• Ingat Istri Ketika Hamil, Driver Ojek di Yogyakarta Kirimkan Bakpia ke Seorang Ibu Hamil di Jakarta
• Prima Medika Hospital Kunjungi Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali
Pemiliknya mengalami kerugian material lantaraan beberapa barangnya terbakar, yakni bangunan, kasur, lemari, TV 14 Inci, pkaian, surat, serta uang.
"Surat yang terbakar seperti KTP, BPJS, KK, dan uang tunai sekitar 2 juta. Kerugian semua diperkirakan mencapai belasan juta rupiah,"tambah I Wayan Gede Wirya.
Dari hasil olah TKP, dugaan sementara karena konsleting.
Mengingat instalasi kabel listrik yang terpasang di rumah tak memenuhi standar SNI.
Selama ini instalansi listrik yang terpasang dalam rumah tersebut tidak memenuhi standar bahkan memakai kabel telepon yang sudah tua. Kemungkinan kondisi ini menjadi pemicu terjadi kebakaran,"tambah Wirya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, I Nyoman Tari menjelaskan, rumah yang terbakar ditempati lima orang.
• Arya Wedakarna (AWK) Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI
• Seusai Rekam Tumpukan Mayat Korban Virus Corona, Jurnalis China Ini Mendadak Hilang, Diduga Diculik
Kerugian materiil sekitar 50 juta.
Petugas mengerahkan 7 personil, beserta beberapa unit armada.
Pemadaman menghabiskan air sekitr 10 ribu liter. Api padam pukul 05.00.
Untuk diketahui, kasus kebakaran di Karangasem meningkat dibanding 2018.
Hingga Desember 2019, kasus kebakaran mencapai sekitar 166 kasus.
Meliputi kasus kebakaran lahan, bangunan rumah, kios, hutan, pura, mobil, tempt pembuangan sampah (TPS), pohon, & dapur milik masyarakt.
Rinciannya yakni, kebakaran rumah dan dapur 40 unit, kios 8, gudang 5 unit, seerta pura 6 unit.
Sedangkan kebakaran lahan sebanyak 49, kebakaran TPS sekitar 12 lokasi, kebakaran mobil 4 unit, pohon 5 kasus, hutan 3 kasus, dan sisanya kebakaran lainnya. Dari kasus ini yang bisa ditangani petugas 32.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-pemadam-melakukan-pemadaman-rumah-terbakar-di-desa-pertima-kecamatan-karangasem.jpg)