Lawan Isu Virus Corona, Ini yang Dilakukan Perhotelan

15 unit hotel Archipelago International di Bali melakukan aksi Bali's Biggest Beach Clean-up.

Lawan Isu Virus Corona, Ini yang Dilakukan Perhotelan
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Tim Archipelago International melakukan aksi Bali's Biggest Clean-up di Pantai Matahari Terbit, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali sebagai destinasi pariwisata utama wisawatan mancanegara maupun dalam negeri kini tengah lesu akibat dampak virus corona Wuhan (Covid-19) yang isunya merebak di Pulau Dewata.

Turis asal Tiongkok maupun yang bersinggungan dengan negara tersebut dalam kurun 14 hari terakhir ditangguhkan aksesnya ke Indonesia, penerbangan rute China - Indonesia dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular.

Padahal menurut data Kunjungan wisman selama tahun 2019 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan turis China berada di posisi kedua dengan persentase 18,90 di bawah Australia 19,78 persen.

Kini, sektor perhotelan pun merasakan dampaknya penurunan tingkat penghunian kamar (TPK).

Korem 163/Wira Satya Gelar Upacara Penjamasan Duaja, Mantapkan Semangat Pengabdian Untuk Bali

WIKI BALI - Berkenalan Dengan Matanai, Band Asal Bali yang Mengusung Genre Music Reggae Alternatif

Archipelago International Bali Bersihkan Pantai Matahari Terbit Dari Sampah Plastik

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan sejauh ini mencapai 40 ribu pesanan kamar hotel di Bali dibatalkan dan okupansi menurun hingga 40 persen.

Hal itu tak ditampik Vice President Human Resources Archipelago International Faisal Tjandraatmadja saat dijumpai Tribun Bali di sela kegiatan Bali's Biggest Clean-up di Pantai Matahari Terbit, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali, Sabtu (15/2/2020).

"Dampak pasti ada, namun yang jelas kita belum bisa mengukur dampak sampai mana,  selama ini belum ada yang positif di Bali, tapi isu banyak merebak," kata Faisal.

Menyikapi hal itu, Faisal yakin bahwa insan perhotelan sudah mempunyai plan dan strategi masing-masing untuk melindungi pariwisata di Bali.

Seperti yang dilakukan 15 unit hotel Archipelago International di Bali dengan aksi Bali's Biggest Beach Clean-up. 

"Saya yakin insan pariwisata punya plan masing-masing agar bisa tetap melindungi pariwisata di Bali, banyak gosip corona virus namun hingga saat ini belum ada yang positif," ucapnya 

Kegiatan positif diyakini dapat memberikan stigma dan citra baik agar tidak terpengaruh isu virus corona yang merebak membuat orang khawatir datang ke Bali.

"Saya yakin teman - teman di sini masih positif mereka tidak terlalu worry atau khawatir dan siap membantu meningkatkan pariwisata di Bali," ujarnya.

Dampak virus corona pun dirasakan salah satu warung penjual makanan di Pantai Matahari Terbit, Komang dan Made pasangan suami istri ini merasakan penurunan kunjungan dalam kurun empat minggu terakhir semenjak merebaknya virus corona wuhan.

"Empat minggu terakhir ini sepi, tidak seperti sebelumnya, biasanya pagi gini ramai, turis China juga memenuhi warung saya makan nasi babi, sekarang jauh berkurang, setelah adanya virus corona," ungkap Komang. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved