Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pernah Jadi Korban Bullying ?, Begini Cara Memulihkan Diri

Bullying atau Perundungan Dapat Kita Temui Dimana dan Kapan Saja, Apa Kamu Pernah Jadi Korban Bullying ? Begini Cara Memulihkan Diri

Gambar oleh PDPics dari Pixabay
Foto ilustrasi pria yang sedang stres 

TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu pernah mendengar tentang bullying ?

Bullying atau perundungan dapat kita temui dimana dan kapan saja.

Seperti di sekolah maupun di tempat kerja.

Alasan seseorang melakukan bullying pun bermacam-macam, seperti iri hingga benci.

Suka Makanan Pedas? Simak 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Awas, Ini Tanda-tanda Bahwa Kekasihmu Adalah Orang yang Posesif

7 Cara Menghindari Stres, Hidup Seimbang dan Kerjakan Hobi

Bullying, seperti tercantum dalam situs Perserikatan Bangsa-Bangsa, didefinisikan sebagai perilaku disengaja dan agresif yang terjadi berulang terhadap korban, di mana ada ketidakseimbangan kekuatan yang nyata atau yang dirasakan, serta korban merasa rentan dan tidak berdaya untuk membela diri.

Bullying bisa menyebabkan dampak serius terhadap kesehatan mental seseorang, bahkan sampai dewasa.

Namun, bukan berarti ingatan menjadi korban bullying tidak bisa dihapus.

Sebagai bagian dari pemulihan setelah bullying, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Salah satunya adalah menerima kenyataan bahwa diri kita pernah menjadi korban bullying.

Hal itu diungkapkan oleh Perwakilan Komunitas anti-bullying "Sudah Dong", Adiyat Yori Rambe ketika ditemui seusai media briefing bersama TikTok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Yori sendiri pernah menjadi korban bullying di masa sekolah.

Namun, ia menyadari bahwa siklus bullying perlu diakhiri.

"Kita terima saja kenyatan kalau pernah di-bully. Itu menjadi poin di mana 'oh ya sudah saya pernah jadi korban bully". Cari caranya keluar, bukan makin hancur," ujarnya.

Cobalah terus membangun kepercayaan diri dan bergaul dengan orang-orang yang positif.

Pada banyak kasus, korban bullying kemudian menjadi pelaku bullying di kemudian hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved