Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cara Memulihkan Diri Dari Kesedihan Saat Ditinggal Orang Tercinta

Kehilangan orang-orang tercinta bisa memicu kesedihan yang mendalam, Ini cara memulihkan diri dari kesedihan tersebut

Tayang:
Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Foto ilustrasi pria yang sedang sedih dan depresi 

TRIBUN-BALI.COM - Kehidupan memang tidak bisa ditebak.

Kadang kita akan merasa sangat bahagia akan sesuatu, dan terkadang kita juga akan merasa sedih.

Ada banyak kenangan manis serta pahit yang telah kita lalui.

Seperti kenangan manis bersama pacar ataupun kenangan pahit saat ditinggal orang yang kita cintai.

5 Jenis Kesedihan yang Tak Melibatkan Kematian, Lebih Tajam Saat Kamu Sudah Merasa Suram

Saat BCL Bangunkan Ashraf Sinclair: Tak Buka Mata, Setelah Ditinggal Beberapa Menit

FIFA Selidiki Kasus Dugaan Pengaturan Skor Setelah Myanmar Dibantai 7-0 oleh Kirgistan

Kehilangan orang-orang tercinta bisa memicu kesedihan yang mendalam.

Bagi beberapa orang, kesedihan itu bisa memicu depresi.

Depresi berkepanjangan bisa membuat keseharian menjadi tidak produktif.

Meski terasa sulit untuk dihindarkan, namun ada beberapa pendekatan yang bisa diambil untuk membantu memulihkan diri.

Lalu, apa perbedaan sedih dan depresi?

Setiap orang memiliki reaksi kesedihan yang berbeda.

Beberapa orang menunjukkan gejala duka yang sama seperti depresi, seperti menarik diri dari sosial dan merasakan kesedihan yang amat mendalam.

Meski begitu, dari segi durasi, orang-orang yang mengalami depresi cenderung mengalaminya sepanjang waktu.

Sementara orang yang mengalami kesedihan biasanya memiliki gejala yang fluktuatif atau tiba-tiba datang dalam gelombang besar.

Dari segi penerimaan dukungan, orang-orang yang mengalami depresi seringkali mulai mengisolasi diri sementara orang-orang yang merasa sedih mungkin menghindari setting sosial, namun seringkali menerima dukungan dari orang-orang tercinta.

Sementara dari kemampuan fungsi, seseorang yang merasa sedih mungkin masih bisa pergi kerja atau sekolah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved