Sampah Pasca Galungan di Denpasar Sebanyak 1.200 Ton, Naik 50 Persen Dibanding Hari Biasa
Jumlah sampah di Denpasar pasca Galungan naik hingga 50 persen dibandingkan hari biasa
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Sampah Pasca Galungan di Denpasar Sebanyak 1.200 Ton, Naik 50 Persen Dibanding Hari Biasa
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai hari raya, salah satu yang masih menjadi masalah hingga saat ini yakni keberadaan sampah yang selalu mengalami peningkatan drastis dari hari-hari sebelumnya.
Seperti halnya pasca Galungan yang dirayakan pada Rabu (19/2/2020) kemarin.
Dikonfirmasi, Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna, Kamis (20/2/2020) siang, mengatakan jumlah sampah di Denpasar pasca Galungan naik hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.
"Total sampah yang dibersihkan sebanyak 1.200 ton, naik 50 persen dari hari biasanya," kata Wiguna.
Ia mengatakan, untuk hari biasa jumlah sampah yang dihasilkan di Denpasar sebanyak 600-800 ton per hari.
Adapun sampah ini didominasi sampah sisa upakara seperti canang dan bunga, yang diangkut dari lokasi atau titik-titik yang dijadikan tempat sembahyang.
"Sampah yang mendominasi kebanyakan sampah organik, berupa sampah sisa sembahyang yang dapat diolah menjadi kompos," imbuh Wiguna.
Untuk membersihkan sampah ini pasca Galungan ini, pihaknya menerjunkan sebanyak 400 orang petugas.
Sedangkan jumlah armada yang diterjunkan sebanyak 65 unit.
"Untuk petugas ada 400 orang, sementara armada ada jenis truk, dam truk, hiluk, grenmax dan lainnya sebanyak 65 armada," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah.
Selain itu, pemilahan sampah dari rumah tangga juga harus dilakukan agar mampu meminimalisir sampah yang dibuang ke TPA.
"Kami juga imbau kepada masyarakat agar mengurangi, membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai, serta selalu membawa tas ramah lingkungan yang bisa dipergunakan berkali-kali, dan ikut serta memilah sampah dari rumah tangga," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat wajib memilah sampahnya di sumber, termasuk dapat memproses menjadi kompos skala rumah tangga, serta ikut program swakelola sampah.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penanganan-sampah-di-denpasar-bali.jpg)