Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksin Virus Corona Covid-19, Kenapa Membuatnya Perlu 18 Bulan?

Cina membagikan urutan RNA lengkap dari coronavirus baru itu secara publik dalam paruh pertama Januari kemarin.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Kompas.com
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu). 

Untuk melakukannya, pertama-pertama kita perlu mengembangkan sebuah model hewan.

Kemudian, kita harus menunjukkan bahwa vaksin potensial aman dan dapat memacu bagian yang tepat dari sistem imun tubuh kita tanpa menyebabkan kerusakan.

Lalu kita baru dapat memulai pengujian hewan pra-klinis dari vaksin potensial dengan menggunakan model hewan.

Vaksin yang berhasil lulus pengujian pra-klinis kemudian dapat digunakan oleh institusi lain yang memiliki kapasitas untuk menjalankan pengujian pada manusia.

Di mana hal ini akan dilakukan dan oleh siapa, belum diputuskan.

Secara umum, sangat ideal untuk menguji vaksin tersebut pada kondisi wabah seperti sekarang ini.

Jika pada akhirnya suatu vaksin yang ditemukan dinyatakan aman dan efektif, vaksin tersebut masih perlu melewati aturan persetujuan yang diperlukan.

Dan cara pembuatan vaksin yang hemat biaya juga perlu disusun sebelum vaksin akhir siap dikirim ke masyarakat.

Masing-masing langkah dalam jalur pengembangan vaksin menghadapi berbagai tantangan-tantangan potensial.

Ini beberapa tantangan yang kita hadapi

Koalisi Internasional untuk Inovasi Menghadapi Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) telah melibatkan tim kami dalam dua langkah pertama, yakni menentukan karakteristik virus saat ini dan kemudian melakukan pengujian pra-klinis untuk beberapa vaksin potensial.

Sementara Doherty Institute di Melbourne dan lainnya telah berperan dalam mengisolasi virus corona yang baru, langkah selanjutnya bagi kami adalah menumbuhkan virus ini dalam jumlah yang besar sehingga membuat para peneliti kami memiliki sumber yang cukup untuk penelitian.

Hal ini melibatkan pembiakan virus dalam lab dan mendorongnya untuk tumbuh dalam kondisi yang aman dan steril.

Tantangan selanjutnya yang kami hadapi adalah pengembangan dan validasi model biologis yang cocok untuk virus.

Tahapan ini akan menjadi model hewan yang memberikan kami petunjuk bagaimana virus corona menginfeksi dan hidup pada manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved