Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksin Virus Corona Covid-19, Kenapa Membuatnya Perlu 18 Bulan?

Cina membagikan urutan RNA lengkap dari coronavirus baru itu secara publik dalam paruh pertama Januari kemarin.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Kompas.com
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu). 

Penelitian kami sebelumnya mengenai SARS (severe acute respiratory syndrome) telah memberikan kami fondasi yang baik untuk meneliti virus corona baru ini.

SARS merupakan anggota lain dari keluarga virus corona yang menyebar selama 2002 hingga 2003.

Para ilmuwan kami telah mengembangkan model biologis untuk SARS, dengan menggunakan musang dalam upaya mengidentifikasi inang asli dari virus tersebut, yaitu kelelawar.

SARS dan SARS-CoV-2 yang baru ini memiliki kemiripan sekitar 80-90% dalam kode genetik mereka.

Oleh karena itu, dengan pengalaman kami sebelumnya dengan SARS membuat kami optimis model musang kami yang telah ada dapat digunakan sebagai titik awal dalam penelitian virus corona baru ini.

Kami juga akan mengeksplorasi model biologis lainnya untuk memberikan data yang lebih kuat dan menjadikannya sebagai suatu kemungkinan.

Apa gunanya vaksin jika virus bermutasi?

Ada juga kemungkinan kuat bahwa SARS-CoV-2 akan terus bermutasi.

Sebagai virus hewan, ia sangat mungkin telah bermutasi ketika beradaptasi (pada tubuh hewan lain) dan kemudian melompat dari hewan ke manusia.

Awalnya virus ini terjadi tanpa penyebaran antarmanusia, namun sekarang virus ini telah mampu bertahan dalam penyebaran antarmanusia.

Ketika virus ini terus menginfeksi manusia, mereka mengalami stabilisasi yang merupakan bagian dari proses mutasi.

Proses mutasi ini bahkan dapat bervariasi di berbagai belahan dunia karena berbagai alasan.

Ini termasuk kepadatan penduduk, yang mempengaruhi jumlah orang yang terinfeksi dan seberapa banyak peluang virus tersebut untuk bermutasi.

Paparan sebelumnya dari virus corona lainya juga mungkin mempengaruhi kerentanan sebuah populasi untuk terinfeksi, yang mungkin saja menghasilkan munculnya varian virus lainnya, seperti influenza musiman.

Oleh karena itu, ini sangat penting bagi kami untuk terus bekerja dengan salah satu versi terbaru dari virus ini sehingga vaksin yang ditemukan nantinya memiliki peluang terbesar bekerja efektif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved