Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wabah Virus Corona Jadi Peluang Tingkatkan Produk Pertanian Bali

Wewabahnya virus corona di China memengaruhi berbagai kebijakan pemerintah Indonesia, salah satunya bidang pertanian

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pengamat Pertanian Universitas Dwijendra, Gede Sedana. Wabah Virus Corona Jadi Peluang Tingkatkan Produk Pertanian Bali 

Wabah Virus Corona Jadi Peluang Tingkatkan Produk Pertanian Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Semakin merebak dan mewabahnya virus corona di China memengaruhi berbagai kebijakan pemerintah di dalam negeri, termasuk impor produk-produk pertanian

Hal ini ditunjukkan oleh kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu yang mengambil langkah strategis yaitu menunda masuknya produk-produk pertanian dari China.

Tujuannya mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. 

Pengamat Pertanian Universitas Dwijendra Gede Sedana mengatakan, dalam situasi seperti ini dimana permintaan produk-produk pertanian dari China semakin meningkat, harus dapat dimanfaatkan oleh para petani, pengusaha dan pemerintah di Bali, untuk semakin berbenah di dalam memproduksi produk-produk pertanian, khususnya hortikultura, seperti buah-buahan.

Oleh karena itu, lanjut dia, wabah virus corona ini harus benar-benar dijadikan peluang bagi para petani lokal untuk menjadi produsen produk-produk pertanian yang dibutuhkan konsumen.

Meskipun memproduksi pertanian tidak secara cepat, namun kesempatan ini menjadikan peluang pasar untuk beberapa bulan ke depan, bahkan untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan. 

“Kesempatan ini agar segera dimulai dengan perbaikan teknologi budidaya yang berkenaan dengan penyediaan benih, bibit dan teknik budidaya hingga teknologi panen dan pasca-panen,” kata Sedana, Kamis (20/2/2020).

Melalui perbaikan teknik budidaya pertanian ini, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang sangat dibutuhkan masyarakat.  

Teknologi pasca-panen yang diperlukan untuk diterapkan adalah teknik panen yang berkaitan dengan umur panen dan cara memanen, yang dibarengi teknik penyimpanan, kemasan dan transportasi dari sentra produksi ke gudang, dan sampai ke konsumen.  

Maka dari itu, produk-produk pertanian yang diproduksi petani harus memiliki daya saing atau competitiveness yang semakin tinggi guna dapat “menandingi” produk-produk dari China.  

Selain menjadi peluang bagi petani, wabah virus corona juga harus dapat dijadikan salah satu faktor pendorong terwujudnya pencapaian tujuan Gubernur Bali yang telah mengeluarkan peraturan, yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali

Pola pemberdayaan pertanian perlu dilakukan sinergitas yang tinggi di antara berbagai sektor untuk membangun pertanian.

Salah satu bentuk pemberdayaan ini adalah kemitraan yang harus dibangun guna menghubungkan sektor hulu sampai hilir. 

Oleh karena itu, Pergub ini dapat semakin terakselerasi guna menjamin penyediaan produk-produk lokal dalam jumlah tertentu dan berkualitas seperti permintaan pasar. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved