Kembangkan Benoa Maritim Tourism Hub, Pelindo III Jalin Kerjasama Dengan 8 BUMN

Kementerian BUMN melalui Pelindo III, melakukan sejumlah langkah strategis dalam rencana percepatan pengembangan Benoa Maritim Tourism Hub di Benoa

Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Foto ilustrasi pelabuhan Benoa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian BUMN melalui Pelindo III, melakukan sejumlah langkah strategis dalam rencana percepatan pengembangan Benoa Maritim Tourism Hub di Benoa, Bali

Satu diantaranya, dengan menjalin kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa dengan sejumlah BUMN.

Hal ini guna mendorong pengembangan kawasan Benoa, menjadi salah satu poros wisata maritim di Indonesia.

Simbolis penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama dengan sejumlah BUMN dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Benoa Maritim Tourism Hub di hotel Inaya Putri Bali, Jumat (14/2/2020). 

Sebelum Tahu Ashraf Sinclair Meninggal, BCL : Bentar Dong Bangun Nih Bantuin Pilih Foto

Premi Asuransi Tahun 2019 Tembus Rp 281,2 Triliun, OJK Percepat Reformasi IKNB

Cristiano Ronaldo Berikan Rp 1,4 Miliar per Bulan Untuk Kebutuhan Kekasihnya

Dalam kesempatan tersebut ada delapan BUMN, yang sepakat melakukan kerjasama dan dibagi menjadi 3 kategori perjanjian kerjasama.

Diantaranya kesepakatan bersama penataan kegiatan operasi dan pengembangan di Pelabuhan Benoa yang ditandatangani oleh 6 BUMN.

Yaitu PT. Pertamina, PT  Perikanan Nusantara (Perinus), Perum Damri, Permodalan Nasional Madani, Indonesia Power,dan WIKA.

Selain itu ada juga sinergi BUMN untuk pengerukan bersama yang disepakati 4 BUMN, yaitu PT Pertamina, Semen Indonesia, PT PLN dan Pupuk Indonesia.

Serta perjanjian kerjasama pembangunan Hub pelabuhan ikan baru, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan kerjasama operasi untuk pengelolaan TUKS Semen Gresik.

Menteri BUMN, Erick Thohir, menilai sinergi antar BUMN sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan percepatan rencana pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa.

Oleh karena itu, ia selaku Menteri BUMN meminta langsung agar seluruh BUMN yang terlibat dalam kegiatan pelabuhan di kawasan pelabuhan khususnya Benoa, agar turut aktif menyukseskan rencana kementerian BUMN menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan khusus kapal pesiar dan penumpang serta destinasi wisata baru di Bali

“Pelindo III tidak akan mampu membangun sendiri, butuh sinergi BUMN dan swasta agar semua dapat terwujud, dan telah dilakukan MoU oleh beberapa BUMN diharapkan semua dapat merealisasikannya,” tegas Erick Thohir.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, mengapresiasi sejumlah BUMN yang turut mendukung rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa melalui perjanjian kerjasama yang telah disepakati. 

Menurutnya pengembangan kawasan tersebut tidak bisa dilakukan tanpa dukungan sejumlah pihak terutama BUMN terkait.

“Pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, tentunya tidak bisa kami lakukan tanpa dukungan dari berbagai pihak terutama BUMN terkait," katanya.

Sehingga dengan penandatangan kesepakatan yang sudah dilakukan ini, tentunya akan berdampak pada percepatan pengembangan wilayah Benoa.

"Kami berharap berbagai sinergi seperti ini bisa terus kami lakukan sebagai wujud kami BUMN hadir untuk negeri," imbuhnya.

Pelabuhan Benoa sekarang ini, merupakan salah satu pelabuhan multipurpose di bawah pengelolaan Pelindo III yang melayani kapal penumpang, hingga bongkar muat petikemas dan curah cair. 

Berbagai kegiatan tersebut berada di dalam satu kawasan, sehingga perlu dilakukan penataan ulang sekaligus revitalisasi, guna menghadirkan kawasan pelabuhan khusus wisata dan penumpang sehingga Benoa Maritim Tourism Hub diharapkan bisa menjadi salah satu Program Strategis Nasional.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved