Tanah Longsor Sempat Tutup Akses Jalan di Banjar Ambengan Badung

Tanah longsor terjadi di Banjar Ambengan, jalan menuju Taman Beji Ambengan tertutup

Tanah Longsor Sempat Tutup Akses Jalan di Banjar Ambengan Badung
Istimewa
Kondisi tanah longsor di Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal yang hingga Kamis (20/2/2020) kini belum bisa di bersihkan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bencana tanah longsor terjadi di Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.

Meski tidak menyebabkan kerusakan fatal, namun akses jalan menuju Taman Beji Ambengan sempat tertutup.

Kepala Bidang Keraruratan dan Logistik BPBD Badung dr Ni Nyoman Ermy Setiari saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2020) mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Selasa (18/2/2020) lalu sekitar pukul 18.00 Wita.

"Kita menerima informasi, Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 16.50 Wita. Tim sudah turun ke lokasi, begitu pun dengan Dinas PUPR juga sudah ke lokasi,” ungkapnya.

Ruang Pengendali Nuklir Sunda Empire Yang Katanya Canggih, Ternyata Begini Penampakannya

Kematian Babi Mendadak Terjadi di Desa Dausa Kintamani, Diduga Karena ASF

BREAKING NEWS! Pura-pura Beli Minuman, Pria asal Malang Embat HP Pemilik Dagang Sate di Ubud

Pihaknya mengatakan meski sudah melakukan pengecekan ke lokasi, hanya pengerukan material longsor belum dilakukan hingga sekarang, karena keterbatasan alat berat yang menjadi kendala.

"Awalnya kita akan bersihkan menggunakan loader, tapi tidak bisa karena jalannya sempit jadi sampai sekarang belum bisa," katanya.

Ia mengatakan sampai sekarang material longsor masih menutup akses jalan.

Hanya saja pihaknya mengaku Jumat (21/2/2020) akan turun ke lapangan untuk mencari solusi.

"Kalau kita bersihkan dengan cara manual tidak memungkinkan, sebab tanahnya semakin padat. Informasi dari Dinas PUPR ada alat berat yang ukurannya lebih kecil. Namun, seperti apa keputusannya baru besok diputuskan,” ujarnya.

Menurut Ermy Seriari, tanah yang longsor di Banjar Ambengan kurang lebih panjangnya 25 meter dan lebar 3 meter.

Sementara, Bendesa Adat Ambengan I Made Miyasa, saat dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian longsor yang menutup akses jalan menuju Taman Beji Ambengan.

"Iya, kejadian yang terparah itu Selesa (18/2/2020). Tapi sebelumnya juga sudah terjadi longsor tapi dengan skala kecil,” ungkapnya.

Mengingat material longsor menghambat aktivitas warga di sana, Ia berharap bantuan dari instansi terkait untuk membantu pengerukan supaya akses jalan kembali terbuka.

Pihaknya berkata, akses jalan yang tertutup longsor merupakan jalan yang digunakan apabila ada upacara melasti.

"Kami disini ada 162 kepala keluarga (KK) jadi kami memang sangat mengharapkan bantuan instansi terkait," ucapnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved