Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Komunitas Redjuna Salya Berniat Buat Ulang Ogoh-ogoh yang Ludes Terbakar

Komunitas Redjuna Salya Berniat Buat Ulang Ogoh-ogoh yang Ludes Terbakar

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Lokasi kebakaran posko dan ogoh-ogoh di Jalan Salya Gang IV A, Banjar Puncak Sari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Minggu (23/2/2020). Komunitas Redjuna Salya Berniat Buat Ulang Ogoh-ogoh yang Ludes Terbakar 

Komunitas Redjuna Salya Berniat Buat Ulang Ogoh-ogoh yang Ludes Terbakar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komunitas Redjuna Salya, pembuat ogoh-ogoh yang terbakar di Jalan Salya Gang IV A, Banjar Puncak Sari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Bali, Sabtu (22/2/2020), berencana membuat ulang ogoh-ogoh dari awal.

Padahal proses pembuatan ogoh-ogoh itu sudah mencapai tahap finishing atau lebih dari 70 persen, dibuat dari bulan Januari 2020 lalu, biaya yang dikeluarkan tak sedikit sekitar Rp 2 juta. 

Nahas, ogoh-ogoh setinggi 4 meter yang telah mereka buat dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian itu, ludes dilahap si jago meeah yang tidak diketahui berasal dari mana sumbernya.

Hal itu disampaikan salah satu pengurus komunitas, I Kadek Angga Putra Ugiana kepada Tribun Bali, Minggu (23/2/2020) sore.

"Kami akan buat ulang ogoh-ogoh yang kemarin terbakar, kami akan mengejar target, waktunya kan sekitar satu bulan lagi, cukup kok untuk kami buat ulang lagi, harus lanjut," kata Angga.

Menurutnya, untuk membuat ulang ogoh-ogoh dibutuhkan biaya mencapai Rp 6 juta, termasuk konsumsi bagi 15 orang pembuat ogoh-ogoh, serta bahan dan perlengkapannya.

"Butuh sekitar Rp 6 juta, anggaran kami ada hasil dari bazar salah satu restoran, kalau kurang nanti kami usahakan lagi," kata Angga.

Komunitas Redjuna Salya berharap dapat berpartisipasi dalam pawai ogoh-ogoh untuk perayaan Hari Raya Nyepi, seperti tahun-tahun sebelumnya. 

"Kalau warga ikut sudah dari tahun 2006, hanya saja nama komunitas terbentuk tahun 2011, harapannya kami tetap ikut pawai ogoh-ogoh, kami sudah ikhlas atas musibah ini," ujarnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved