Breaking News:

Waspada Virus Corona di Bali

Status Singapura Oranye Virus Corona, Penerbangan Singapore Airlines dari & ke Bali Belum Terdampak

Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa rute dari dan ke kota di Indonesia mengalami pembatalan.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
Dok Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai
Petugas operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengenakan alat pelindung diri (APD) sejak Selasa (4/2/2020) lalu. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR – Merebaknya virus Corona atau Covid-19 membuat Kementerian Luar Negeri Indonesia mengeluarkan peringatan bagi warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak bepergian ke luar negeri. 

Jika sebelumnya, pemerintah telah menghentikan penerbangan ke China daratan, kini pemerintah Indonesia juga memberikan imbauan bagi WNI agar tetap waspada ketika melakukan kunjungan ke Singapura karena peningkatan status risiko disease outbreak response system condition (Dorscon) ke level oranye.

Namun demikian, hal ini ternyata belum begitu berdampak terhadap penerbangan maskapai yang melayani rute Denpasar-Singapura PP yakni Singapore Airlines (SIA).

Data yang didapatkan tribunbali.com hingga malam tadi, pihak SIA mengatakan belum ada pembatalan rute dari Denpasar-Singapura ataupun sebaliknya.

Kendati pihak SIA sendiri mengakui terjadi pelemahan permintaan akibat merebaknya virus corona di Negeri Singa tersebut. 

Diketahui per 20 februari 2020, pasien virus Corona di Singapura mencapai 84 orang. 

“Singapore Airlines dan SilkAir untuk sementara waktu akan menyesuaikan layanan di jaringannya karena melemahnya permintaan sebagai akibat dari wabah Covid-19. Hingga saat ini, penerbangan menuju dan dari Bali belum terpengaruh. Singapore Airlines secara saksama terus mengamati perkembangan dari wabah Covid-19,” jelas Manager Public Relations Singapore Airlines, Glory Henriette, Minggu (23/2/2020).

Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa rute dari dan ke kota di Indonesia mengalami pembatalan. 

Diantaranya rute Jakarta-Singapura dan sebaliknya masing-masing terjadi 10 kali pembatalan terbang, rute Singapura-Surabaya dan sebaliknya 2 kali pembatalan terbang, Singapura-Makassar dan sebaliknya 3 penerbangan, Singapura-Bandung dan sebaliknya 6 kali penerbangan, serta Singapura-Balikpapan dan sebaliknya 1 kali penerbangan. 

Rata-rata pembatalan terbang tersebut terjadi di bulan Februari hingga Mei 2020. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved