Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Korea Selatan Kini Menjadi Pusat Penyebaran Virus Corona Terbesar di Luar China

Jumlah itu diumumkan setelah Negeri Ginseng mengumumkan adanya 161 kasus penularan baru virus yang berasal dari Wuhan itu.

Editor: DionDBPutra
Kompas.com
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu). 

TRIBUN-BALI.COM, SEOUL - Korea Selatan disebut menjadi pusat virus corona terbesar di luar China, setelah total korban yang terinfeksi mencapai 763 orang.

Jumlah itu diumumkan setelah Negeri Ginseng mengumumkan adanya 161 kasus penularan baru virus yang berasal dari Wuhan itu.

Korea Selatan mengalami lonjakan penderita virus corona hingga lebih dari 700 orang dalam waktu kurang dari sepekan, dengan infeksi berasal dari sekte keagamaan di Daegu.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), kebanyakan pasien terhubung dengan Shincheonji Church of Jesus.

Termasuk 129 kasus infeksi yang baru saja diumumkan, ujar KCDC dalam keterangan tertulis sebagaimana diwartakan AFP Senin (24/2/2020).

Ramalan Zodiak Besok Selasa 25 Februari 2020, Virgo Tahan Amarah, Aquarius Keluar dari Zona Nyaman

Greysia/Apriyani Bantu Indonesia Ungguli Jepang dalam Perolehan Gelar BWF World Tour 2020

Ini Syarat Berat Jorge Lorenzo untuk Kembali ke MotoGP

Total tujuh orang meninggal di Korsel karena virus corona, menjadikannya negara kedua dengan kasus kematian tertinggi di luar China setelah Iran (8).

Dua korban meninggal terbaru dilaporkan terhubung dengan cluster (kantong) penyebaran kedua yang berasal dari rumah sakit di Cheongdo County.

Pada Minggu (23/2/2020), Presiden Moon Jae-in menaikkan status darurat ke level tertinggi, merah, sebagai cara untuk memperkuat respons pemerintah dalam menangani wabah.

Sebagai langkah cepat, otoritas memperpanjang masa libur TK dan sekolah hingga satu pekan, dan berencana melakukan pengawasan ketat bagi pendatang dari China selama dua pekan ke depan.

"Menyebabkan kekhawatiran" Kantong penyebaran di Shincheonji dimulai ketika seorang perempuan yang berumur 61 tahun mengalami demam pada 10 Februari.

Meski begitu, dia sempat menghadiri setidaknya empat ibadah di Daegu, kota terbesar keempat Korea Selatan, sebelum divonis menderita virus corona.

Wali Kota Daegu Kwon Young-jin mengatakan, sekitr 85 persen dari 292 kasus penularan yang dilaporkan berlangsung di Shincheonji.

Pemerintah menuturkan, sebanyak 9.300 pengikut Shincheonji dikaratina atau diminta tinggal di rumah. Namun masih ada ratusan anggota lain yang tak terlacak.

Dianggap sebagai sekte sesat, pendiri Shincheonji, Lee Man-hee, mengklaim dia mengenakan jubah yang dipakai oleh Yesus Kristus.

Selain itu, dia juga berjanji bakal membawa 144.000 pengikutnya untuk ke surga ketika Hari Penghakiman (akhir zaman) tiba.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved