PM Mahathir Mohamad Ajukan Surat Pengunduran Diri kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah
Dilahirkan pada 1925 di Alor Setar, Malaysia, Mahathir merupakan seorang dokter sebelum memutuskan untuk menjadi politisi di Partai UMNO
TRIBUN-BALI.COM- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengajukan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah, Senin (24/2/2020).
Pengunduran diri PM Malaysia tersebut merupakan puncak dari memanasnya suhu politik di Malaysia dalam beberapa hari terakhir. Berikut perjalanan karier politik Mahathir Mohamad di Malaysia.
Karier Awal
Dilahirkan pada 1925 di Alor Setar, Malaysia, Mahathir merupakan seorang dokter sebelum memutuskan untuk menjadi politisi di Partai UMNO (United Malay National Organisation).
Harian Kompas, 17 Juli 1981 memberitakan, kegiatan politik Mahathir bermula pada 1945 dan segera sesudahnya bergabung dengan UMNO.
• Kasus Penjualan Tiket Online Piala Eropa 2020 Bikin Geger, UEFA Minta Maaf
• Ramalan Zodiak Besok Selasa 25 Februari 2020, Aquarius Punya Prioritas Baru Libra Bawa Keberuntungan
Dengan dukungan UMNO, Mahathir sukses memenangkan kursi parlemen pada 1964. Setahun kemudian, ia menjadi anggota Majelis Tinggi UMNO hingga tahun 1969. Namun pada pemilu 1969, ia gagal mengulangi kesuksesannya pada pemilu sebelumnya karena tak mampu merebut kursi parlemen.
Mahathir kemudian menulis sebuah buku berjudul "The Malay Dilemma" yang menuntut tindakan afirmatif untuk orang Melayu asli dan status yang stara dengan orang China-Malaysia.
Buku itu juga berisi kritiknya atas keterbelakangan ekonomi orang Melayu. Kritik tajamnya itu memantik kemarahan Perdana Menteri Malaysia saat itu Abdul Rahman. Imbasnya, pemerintah melarang buku Mahathir beredar.
Selanjutnya, dengan dasar itulah Mahathir dikeluarkan dari UMNO dengan alasan ketertiban. Akan tetapi, tiga tahun kemudian ia kembali diterima di UMNO dan terpilih menjadi anggota Majelis UMNO.
Mahathir juga sukses merebut kembali kursi parlemen pada pemilu 1974. Sejak saat itu, karier politiknya terus melesat.
Pada 1976, Mahathir bahkan ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia. Lima tahun berselang, ia menggantikan posisi Datuk Hussein Onn sebagai Perdana Menteri pada 1981.
Perdana Menteri
Kemenangan bulat Mahathir dalam pemilihan Ketua UMNO secara otomatis mengantarkannya menduduki jabatan Perdana Menteri Malaysia.
Di bawah pemerintahannya, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi secara cepat. Ia mulai memprivatisasi perusahaan pemerintah, termasuk maskapai penerbangan, utilitas dan telekomunikasi.
Salah satu proyek infrastrukturnya adalah North-South Expressway, jalan raya yang membentang dari perbatasan Thailand dan Singapura. Dari tahun 1988 hingga 1996, Malaysia merasakan ekspansi ekonomi sebesar 8 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mahathir-mohamad-dan-anwar-ibrahim.jpg)