Citizen Journalism

Korsel Siaga Merah, Virus Corona Membatalkan Wisuda Alira di Korea University Business School

Korea University Business School membatalkan acara wisuda. Penyebabnya hanya satu karena virus corona yang makin merajalela di Korsel.

Dok Dr Aqua Dwipayana
Dr Aqua Dwipayana bersama istri dan putrinya Alira Vania Putri Dwipayana (tengah) di Korea Selatan saat membuat foto kenang-kenangan setelah Alira menuntaskan pendidikan di Korea University Business School, Sabtu (22/2/2020). Manajemen Korea University Business School membatalkan acara wisuda yang rencana semula Selasa (25/2/2020), karena virus corona yang makin merajalela di Korsel. 

Sebelumnya sejak Februari 2015 selama setahun Alira mendalami bahasa Korea di Ewha Womans University di Seoul. Kegiatan itu wajib diikuti sebagai penerima beasiswa dari pemerintah Korsel.

Pada Tahun 2016 Alira pernah menjadi relawan di Olimpiade di Brazil. Tugasnya menjadi penerjemah Bahasa Inggris, Indonesia, dan Korea. Saat itu pemain bulungtangkis ganda campuran Indonesia meraih medali emas. Alira menjadi penerjemah saat mereka jumpa pers dengan wartawan seluruh dunia.

Sejak di Negeri Ginseng itu Alira sangat mandiri termasuk membiayai sendiri hidupnya. Alira tidak mau dikirimin uang sama orangtuanya.

Alira sudah datang ke lebih dari 50 negara dengan biaya pribadi. Salah satu hobinya jalan-jalan.

Kembali ke cerita di kampus Korea University Business School, Alira mengajak kami keliling sambil foto-foto. Diawali di tempat pengambilan pakaian wisuda, kemudian ke toko yang menjual berbagai sovenir kampus itu, gedung fakultas Bisnis hingga kafe yang tempatnya di luar kampus.

Suasana kampusnya menyenangkan sekali. Cocok buat belajar karena tersedia berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan mahasiswa.

Setelah puas foto-foto yang fokus utamanya adalah Alira, kami meninggalkan kampus Korea University Business School. Alira tidak langsung mengembalikan pakaian wisuda yang dipinjamnya.

Korea University Business School Hentikan Peminjaman Pakaian Wisuda

Minggu  (22/2/2020) Presiden Korsel Moon-Jae mengumumkan meningkatkan status kondisi negaranya ke siaga merah atau level tertinggi untuk bahaya virus corona. Itu merupakan level 4.

Prioritas utamanya penanganan di Kota Daegu dan daerah Cheongdo yang telah ditetapkan sebagai zona perawatan khusus pada Jumat (21/2/2020) lalu. Di dua daerah itu sudah banyak korbannya, mencapai ratusan orang.

Hingga Minggu sore kemarin pemerintah Korsel mengumumkan sebanyak 602 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona. Lima orang meninggal dunia, yang tiga di antaranya Minggu kemarin.

Info itu dilanjutkan Menteri Pendidikan Yoon Eun-hae yang mengumumkan mulai 2 - 9 Maret 2020 kegiatan belajar dan mengajar di sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA di seluruh Korsel diliburkan.

Sedang perusahaan-perusahaan di Korsel diminta mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satu upayanya dengan mengurangi kegiatan yang dihadiri banyak orang.

Sesaat setelah pengumuman Moon-Jae pihak Korea University Business School langsung menghentikan peminjaman pakaian wisuda. Itu sebagai upaya mengurangi berkumpulnya banyak orang di salah satu perguruan tinggi terbaik di Korsel tersebut.

"Kasihan teman-teman Alira yang belum sempat pinjam pakaian wisuda di kampus. Mereka jadi ngga bisa foto-foto," ujar Alira.

Pengalaman tak terlupakan yang sangat berharga dan akan dikenang terus sepanjang hayat oleh Alira. Semua itu pasti ada hikmahnya. (*)

Penulis: Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved