Petani Buah dan Cengkeh di Desa Bukit Karangasem Mengeluh, Hasil Panen Turun
Petani buah di Banjar Jumenang mengeluh, panen turun drastis, Kerugiannya hampir 90 persen.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Selain hujan, tupai dan monyet juga menjadi pemicu turunya hasil panen petani.
Ada beberapa buah yang dirusak gerombolan monyet, dan tupai.
Jumlahnya tak begitu banyak.
Pihaknya berharap kondisi kembali seperti semula, sehingga petani di Banjar Jumenang tidak merugi banyak.
Informasi dilapangan, kondisi serupa melanda petani cengkeh.
Hasil panennya turun karena cuaca tak bersahabat.
Banyak cengkeh yang masih berbentuk bunga jatuh.
Hampir sebagian masyarakat Jumenang bertani cengkeh.
Untuk harga cengkeh perkilo masih normal, sekitar 25 - 30 ribuan yang basah.
Untuk cengkeh yang kering harganya diperkirakan capai 70 - 80 ribu perkilogram.
Biasanya kalau hujan cengkeh tak berbunga, dan harga naik.
Seandainya panas cengkeh cepat berbunga, harganya mengalami penurunan.
Kondisi seperti ini sudah biasa terjadi.
Kemungkinan harga cengkeh akan naik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salkk.jpg)