Travel Agent Minta Keringanan Pajak, Kunjungan Wisatawan China Sentuh Zero Guest
Rencana Pemerintah Pusat memberikan sejumlah insentif pajak kepada hotel dan restoran mendapat tanggapan dari kalangan pengusaha jasa perjalanan wisat
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana Pemerintah Pusat memberikan sejumlah insentif pajak kepada hotel dan restoran mendapat tanggapan dari kalangan pengusaha jasa perjalanan wisata.
Executive Director PT. Probali Pandu Wisata, Hery Sugiarto mengapresiasi langkah pemerintah yang segera mengambil langkah-langkah dalam rangka menyikapi dampak dari Virus Corona yang memukul kepariwisataan di Bali.
Namun sebagai pengusaha sektor pariwisata yang turut berkontribusi dalam menyumbang pajak, dirinya juga berharap pemerintah juga memberi keringanan pungutan pajak kepada travel agent.
• Bupati Giri Prasta Kunjungi SMAN 2 Kuta Selatan, Bantu Sarana dan Prasarana Pendukung Laboratorium
• Tak Hanya Dapat Bantuan, Pemenang Lomba Ogoh-Ogoh di Badung Diberi Hadiah Rp 25 Juta
• Diiming-imingan Nilai Bagus dan HP Oppo, Siswi SMA Dibawa Shopping Guru hingga Terjadi Perkosaan
"Sembari menunggu keputusan resmi dikeluarkan, harapan kami begitu (diberikan keringanan pajak), sebab sekarang hanya ada tamu yang cancel dan pulang saja. Tapi kami tetap harus keluar biaya," kata dia saat ditemui di Renon Denpasar, Kamis (27/2/2020).
Adapun saat ini pihaknya menyiasati agar tidak mem-PHK karyawannya dengan menerapkan sistem shift.
Sebenarnya kondisi yang sulit ini tidak hanya dialami oleh dirinya yang sebagai pengusaha dengan menyasar pasar Tiongkok, melainkan kunjungan wisatawan domestik disebutnya juga mengalami penurunan yang cukup drastis, lantaran para wisatawan khawatir bepergian ke tempat-tempat ramai.
• Untuk Valentino Rossi, Monster Energy Yamaha Lebih Percaya Diri Setelah Tes MotoGP Qatar 2020
• Bali United vs Persita Tangerang: WCP Lihat Ada Kesempatan dan Peluang
Menurut Hery, penurunan kunjungan wisatawan domestik ini tergolong di luar prediksi pengusaha dan perbankan.
Bahkan pada Januari 2020, pariwisata Bali diprediksi lebih baik dari tahun 2019 jika tidak ada wabah Virus Corona.
"Beda saat erupsi Gunung Agung, dampaknya hanya lokal. Jadi kita hanya meyakinkan agar pihak luar negeri mencabut larangan berkunjung. Kalau (Virus Corona) ini dampaknya global," terangnya.
• Pasang Surut Valentino Rossi Tes Pramusim MotoGP 2020, Bos Monster Energy Yamaha Justru Optimistis
• Pemda Gianyar Siapkan Bantuan dan Pembinaan untuk Turunkan Angka Kemiskinan
Dalam kondisi normal, kunjungan Wisatawan China ke Bali berkisar 100 ribu orang per bulan.
Dampak dari Virus Corona ini, kata dia, saat ini kunjungan wisatawan China sudah menyentuh zero guest atau nihil kunjungan.
Sebagai praktisi pariwisata, Hery menyatakan katahanan usaha jasa perjalanan wisata ini hanya dapat bertahan selama enam bulan.
Apabila lebih dari durasi itu, kemungkinan besar para pengusaha terpaksa akan menerapkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/executive-director-pt-probali-pandu-wisata-hery-sugiarto.jpg)