Sponsored Content
Pemda Gianyar Siapkan Bantuan dan Pembinaan untuk Turunkan Angka Kemiskinan
Kemiskinan di Kabupaten Gianyar tidak mengenal wilayah. Bahkan di kampung turis seperti di Kelurahan Ubud sekalipun, tidak luput dari masyarakat miski
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM - Kemiskinan di Kabupaten Gianyar tidak mengenal wilayah.
Bahkan di kampung turis seperti di Kelurahan Ubud sekalipun, tidak luput dari masyarakat miskin.
Namun masyarakat miskin di sini, sebagian besar merupakan warga yang tinggal sendirian.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Gianyar melalui Bagian Umum Pemkab Gianyar serangkaian Hari Raya Kuningan memberikan bantuan sosial pada masyarakat miskin di Kelurahan Ubud, Kamis (27/2/2020)
Salah satu lansia dalam garis kemiskinan ialah Ni Ketut Wiarti, yang tinggal di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud.
Ni Ketut Wiarti kini tinggal sebatang kara setelah ditinggal mati suami, I Wayan Lipet sekitar enam bulan lalu.
Sementara anak perempuannya Ni Wayan Yanis Wati sudah menikah ke Buleleng.
• Anggota DPR Berharap Pemerintah Arab Saudi Jelaskan Sampai Kapan Pembatasan Umroh Dilakukan
• Pertamina Buka Peluang Kemitraan Bisnis Pertashop di Seluruh Indonesia, Kembangkan 2 Skema
• Soal Pemberhentian Sementara Kebijakan Umrah dari Arab Saudi, Begini Dampaknya di Bali
“Sekarang Ni Ketut Warti memang tidak punya siapa lagi, hanya kami kerabatnya tinggal di sini, “ ucap Komang Arisanti kerabat dari Ni Ketut Wiarti.
Ni Ketut Wiarti tinggal dalam satu petak rumah yang merupakan bantuan pemerintah beberapa tahun lalu.
Di areal rumah itu juga terdapat dapur berupa bangunan lama dengan tembok berupa popolan tanah.
Ironisnya, atap bangunan itu hanya ditumpuk-tumpuk dengan seng, triplek, jerami dan kelabang (anyaman daun kelapa).
Keseharianya Ni Ketut Wiarti hanya berkeliling banjar setempat dari rumah ke rumah.
Ia membantu tetangga mengerjakan berbagai hal, mulai dari menyapu nyetrika dan lainnya.
• 100 Lontar Usada Dipamerkan di Dharmanegara Alaya Denpasar, Konsul dan Konjen Diajak Menulis Lontar
• Shortcut Canggu-Pererenan Rawan Begal, Ditutup Setiap Pukul 23.00 - 05.00 Wita
• Mendagri Minta Seluruh Pemda Tangguh Hadapi Dampak Virus Corona di Indonesia
Sebagai ganti dari pekerjaan itu, ia diberi upah makan atau uang.
“Jadi dari pagi itu ibu Wiarti sudah keluar, kalau sore pasti balik pulang, “ katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemkab-gianyar-beri-bantuan-sosial-pada-masyarakat-miskin.jpg)