Pedagang dan Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Perempatan Pasar Bebandem Karangasem
Pedagang dan warga sekitar Pasar Bebandem mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Pedagang dan Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Perempatan Pasar Bebandem Karangasem
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pedagang dan warga sekitar Pasar Bebandem, Desa/Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, mengelukan kondisi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Perempatan Pasar Bebandem.
Kondisi sampah menumpuk dan berserakan hingga meluber ke badan jalan.
Komang Matra, pedagang di Pasar Bebandem mengatakan, sampah di TPS setiap hari penuh, dan jarang diangkut petugas kebersihan.
Bahkan sampah hingga membeludak ke badan jalan.
Tumpukan sampah ini mengeluarkan bau tak sedap, dan menganggu pengunjung serta pedagang di Bebandem.
Lalat dari sampah pun beterbangan ke pasar.
"Tiap hari pasti sampah menumpuk. Petugas jarang mengangkut. Tumpukan sampah meniimbulkan bau tak sedap. Makanya banyak warga, pengunjung dan pedagang mengeluhkan sampah di perempatan Pasar Bebandem," ungkap Komang Matra, Minggu (1/3/2020).
• Mudah dan Murah, 5 Cara Tampil Cantik dan Berseri Tanpa Make Up
• BREAKING NEWS: Hotel Grand Inna Bali Beach Terbakar, Berawal dari Sambaran Petir
Tumpukan sampah di perempatan Pasar Bebandem juga dikeluhkan para pengendara yang melintas.
Meengingat bau busuk yang timbul dari tumpukan sampah sangat menyengat.
Tumpukaan sampah kadang terbawa air hujan dari hulu ke sawah warga, dan mencemari aliran sungai sekitar.
Para pedagang, pengunjung, serta pengendara meminta dinas terkait segera mengatasi masalah sampah di perempatan Pasar Bebandem.
Mengingat petugas jarang mengangkut sampah.
Minimal sampah diangkut sekali sehari.
Kondisi tersebut sangat menganggu dan mencemari alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tumpukan-sampah-di-perempatan-pasar-bebandem.jpg)