Dampak Hujan Lebat di Kabupaten Gianyar, Satu Tewas dan Jalan Putus
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar, Minggu (1/3/2020) mengakibatkan, sejumlah bencana tanah longsor, Senin (2/3/2020) pagi.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Di mana sebelum kejadian tersebut terjadi, mereka tengah memotong kayu menggunakan sensor. Diduga getaran aktivitas tersebut mengakibatkan tebing di atasnya longsor.
"Mereka saat itu sedang nyensor kayu. Pihak keluarga korban menerimanya sebagai musibah," ujarnya.
Sementara di Desa Saba, Blahbatuh, hujan lebat mengakibatkan jembatan penghubung Pura Daem dan Setra (kuburan) Desa Pakaraman Saba putus.
• Per Sekolah Dianggarkan Rp 4 Miliar, Sepuluh SD di Denpasar Direnovasi Tahun Ini
Jro Bendesa Saba, I Gusti Ngurah Mahendradinata, fungsi jembatan tersebut tidak hanya akses pura menuju setra. Namun sebagai jalan pengalihan lalu lintas.
Pihaknya menduga, jembatan putus ini diakibatkan kondisi yang sudah tua. Di mana jembatan tersebut dibangun sekitar 20 tahun lalu.
“Kami baru mengetahui jembatan ini putus tadi pagi. Kemungkinan sudah putus kemarin malam, akibat air bah yang datang, hingga pondasi bagian bawah tidak kuat menahan tekanan air. Ketika itu, air sudah menyentuh bibir jembatan,” ujarnya.
Plt Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Putu Darma membenarkan, hujan lebat mengakibatkan sejumlah bencana di Kabupaten Gianyar.
Selain tanah longsor dan jembatan jebol, bencana lainnya adalah pohon tumbang.
“Tim kami selalu siap terhadap semua situasi. Jika terjadi bencana dan sesuai yang berpotensi bencana, segera informasikan pada kami, supaya tak terjadi hal tak diinginkan,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jembatan-amblas-di-desa-pakraman-saba-blahatuh-gianyar-bali.jpg)