Oknum Kepsek SD di Kuta Utara Setubuhi Korban Dua Kali Seminggu, Akui Ada Korban yang Lain

Kepala sekolah SD di Kuta Utara, Bali cabuli siswanya, menyetubuhi korban dua kali dalam seminggu

Gambar oleh Anemone123 dari Pixabay
Foto ilustrasi remaja yang tertekan bathinnya karena di setubuhi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Penyidik Satreskrim Polres Badung terus mendalami kasus oknum kepala sekolah SD di Kuta Utara, Bali yang cabuli siswanya.

Bahkan dari hasil penyelidikan tersangka mengakui menyetubuhi korban dua kali dalam seminggu.

Tidak hanya korban I.A.M.O.C.D (16), tersangka juga mengaku sebelumnya pernah melakukan persetubuhan dengan siswanya yang lain.

Hanya saja korban tersebut masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Badung.

Pengawasan Dianggap Lemah, Satu Panti Asuhan di Tabanan Belum Kantongi Izin

Lapangan Kapten Mudita Dilirik Jadi Tempat Latihan Timnas U-20, Ini Kata Kepala Disdikpora Bangli

Tangis Nagita Slavina Mengabarkan ke Suaminya Soal Janinnya Keguguran, Raffi Ahmad Merasa Bersalah

"Ada yang diakui korban lainya. Namun sekarang sudah tidak berhubungan lagi. Sehingga ia mencari korban yang lain," kata Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo, Minggu (1/3/2020).

Pihaknya mengatakan dalam menyetubuhi korban, tersangka kerap melakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu.

Bahkan dari hasil pemeriksaan persetubuhan itu awalnya terjadi di ruangan IWS di salah satu SD di wilayah Kuta Utara, tahun 2016 lalu.

Korban pun saat itu masih duduk dibangku kelas 6 SD.

"Selama ini, tersangka IWS sudah menaruh hati ke korban I.A.M.O.C.D. Ia melakukan berbagai cara melunakkan hati korban dengan membelikannya boneka, jam tangan hingga kuota bulanan," ucapnya.

Menurutnya korban saat itu terus menolak karena sudah menganggap IWS sebagai guru yang mendidiknya selama ini.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved