Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Sehat untuk Anda

Virus Corona Bisa Menular dengan 4 Cara Ini, Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Ada beberapa cara penularan virus corona yang perlu diketahui masyarakat sebagai langkah antisipasi

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi virus corona - Virus Corona Bisa Menular dengan 4 Cara Ini, Bagaimana Cara Mengantisipasinya? 

Virus Corona Bisa Menular dengan 4 Cara Ini, Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

TRIBUN-BALI.COM - Virus Corona Bisa Menular dengan 4 Cara Ini, Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Wabah virus corona baru atau covid-19 begitu menyita perhatian dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan telah mengumumkan adanya dua orang Indonesia yang positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Ada beberapa cara penularan virus corona yang perlu diketahui masyarakat sebagai langkah antisipasi.

Dokter Spesialis Paru Anggota Kelompok Staf Medik (KSM) Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr dr Reviono, Sp P (K), menjelaskan setidaknya covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia dengan 4 cara.

Berikut transmisi virus corona yang perlu diperhatikan.

  1. Via droplet saluran napas seperti batuk dan bersin
  2. Kontak dekat personal, sebagai contoh menyentuh atau berjabat tangan
  3. Menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus di sana dan ketika menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan
  4. Kontaminasi feses

"Virus corona memiliki banyak rute penularan. Sebagian penularan berlangsung kuat dan cepat," kata Reviono saat diwawancarai Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Dokter yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas (UNS) Solo itu menyampaikan penularan virus corona dari feses atau tinja memang bisa saja terjdi.

Seseorang yang bersentuhan dengan kotoran ketika buang air besar (BAB) dan tidak mencuci tangan dengan bersih, diketahui dapat menularkan virus tersebut.

Di mana, virus yang ada di tangan dapat menyebar ke orang lain maupun hinggap lebih dulu di benda mati.

Langkah antisipasi

Oleh karena itu, Reviono menganjurkan siapa saja untuk rajin cuci tangan sebagai langkah antisipasi penularan virus corona.

Selain itu, dia menyarankan orang-orang untuk senantiasa menjaga kebersihan pribadi dan tidak dulu mengonsumsi makanan maupun minuman mentah.

Terkait dengan masker, menurut Reviono, tidak harus dipakai oleh semua orang untuk menghindari penularan covid-19.

Masker hanya dianjurkan dipakai bagi mereka yang memiliki gejala penyakit menular, seperti batuk pilek agar tidak menular ke orang lain.

Istana meminta masyarakat tenang

Menanggapi pengumuman Presiden Joko Widodo yang menyebutkan dua orang positif virus corona atau covid-19 di Indonesia, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.

Selain itu ia juga mengimbau masyarakat tetap menjalankan imbauan Gerakan Masuarakat Sehat (Germas) yang antara lain tetap mencuci tangan sesering mungkin serta menggunakan masker ketika berkegiatan.

"Ini kan masyarakat sudah mulai panik ya, saya rasa semuanya sudah dalam kendali pemerintah masyarakat agar tetap tenang jangan panik dan mungkin tetap melakukan hal-hal kegiatan sehari-hari sambil tentang gerakan masyarakat sehat itu seperti mencuci tangan sesering mungkin kemudian masker dan lain-lain itu penting untuk diingatkan," kata Jaleswari di Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2020).

Terkait dengan kondisi kelangkaan masker di sejumlah tempat, Jaleswari mengatakan pemerintah telah mengantisipasi terkait hal itu.

Ia pun memastikan pemerintah akan berupaya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Pasti, itu pasti soal kelangkaan masker itu kita sudah antisipasi dan pastikan kami bertindak untuk bagaimana pemenuhan untuk publik bisa terpenuhi," kata Jaleswari.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah sudah menunjuk sejumlah rumah sakit rujukan yang untuk menindaklanjuti pengumuman Presiden Jokowi.

"Saya rasa Kementrian Kesehatan pasti sudah menyiapkan rumah sakit mana yang ditunjuk atau dirujuk untuk tindaklanjut dari pengumuman presiden ini dan saya rasa ini bukan mendadak tapi Menteri Kesehatan dan seluruh stakeholder di pemerintahan juga sudah mengantisipasi ini," kata Jaleswari.

Perketat pintu masuk

Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah memperketat setiap pintu masuk Indonesia sebagai langkah pencegahan virus corona semakin meluas.

Saleh mengaku mendapatkan keluhan dari masyarakat melalui media sosial, di mana pemeriksaan di bandara tidak maksimal terhadap orang yang masuk ke Indonesia.

"Alat yang digunakan sangat manual sekali. Tentu ini harus diseriusi pemerintah, tidak boleh dianggap remeh. Komplain seperti itu adalah bagian dari kekhawatiran masyarakat," ujar Saleh kepada wartawan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

"Negara lain juga melakukan penjagaan ketat. Bahkan Arab Saudi pun sudah melarang penduduk negara-negara tertentu untuk umrah. Semestinya, Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama," sambung Saleh.

Sementara, terkait dua WNI yang terjangkit virus corona dan saat ini menjalani perawatan, Saleh meminta pemerintah diminta bersungguh-sungguh menangani dua orang tersebut.

"Pemerintah harus membuktikan kalau Indonesia mampu merawat dan menyembuhkan mereka. Itu sejalan dengan pernyataan pemerintah selama ini," ujar Saleh.

Menurutnya, temuan dua WNI terjangkit virus corona dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Sehingga pemerintah perlu mengantisipasi agar masyarakat tetap tenang dan tetap bisa menjaga lingkungannya agar tidak terjangkit.

"Kemarin-kemarin, pemerintah menyatakan belum menemukan. Sekarang, sudah terbukti ternyata ada yang terinfeksi. Pekerjaan pemerintah tentu akan menjadi lebih banyak. Termasuk bagaimana menenangkan masyarakat sekaligus melakukan sosialisasi massif agar mereka terhindar dari virus berbahaya itu," ujarnya.

Pemerintah perlu telusuri WNI kontak dengan WN Jepang

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk segera menelusuri siapa saja yang telah melakukan kontak fisik dengan warga negara Jepang yang positif terinfeksi virus corona.

Diketahui, dua warga negara Indonesia (WNI) telah positif terinfeksi virus corona setelah melakukan kontak dengan WN Jepang yang berdomisili di Malaysia tersebut.

"Tentu segala upaya harus dilakukan pemerintah, salah satu prioritasnya adalah menelusuri dan menemukan siapa saja yang ada kontak fisik dengan warga Jepang itu," ujar Rahmad, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (2/3/2020).

Dengan dua orang WNI yang sudah terinfeksi, politikus PDI Perjuangan ini menilai pemerintah dan kementerian terkait harus bekerja keras melakukan langkah pencegahan dan pengobatan.

Rahmad juga meingmbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.

"Situasi ini tentu harus diimbangi dengan meningkatkan kewaspadaan kita dan mencari sampai ketemu siapa saja yang telah ada kontak dengan yang terkena virus dan ditidaklanjuti dengan pemeriksaan serta pengamanan," tandasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 4 Cara Penularan Virus Corona: Kontak Tubuh hingga Kontaminasi Feses

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved