Ngopi Santai
Dunia yang Tunggang Langgang
Di Jakarta dan beberapa kota, orang mendadak borong sembako serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Di Jakarta dan beberapa kota, orang mendadak borong sembako serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Terlihat antrean panjang di pusat-pusat perbelanjaan.
Keranjang belanja umumnya penuh sesak. Mereka seolah takut kehabisan stok pangan sehingga beli sebanyak mungkin untuk persiapan di rumah.
Berpikir seakan besok akan kiamat.
Permintaan terhadap masker pun menjulang tinggi hingga stok habis di berbagai toko dan apotek.
Kalaupun ada harganya sudah selangit. Uniknya lagi orang tetap saja beli.
Sulit memungkiri bahwa virus dari Wuhan telah membuat dunia terbirit-birit.
Tunggang langgang. Setidaknya dalam waktu 60 hari terakhir, kecemasan merebak hampir di seantero bumi lantaran kasus corona terus meningkat saban hari.
Sampai 2 Maret 2020, covid-19 terkonfirmasi menyebar di 65 negara dengan jumlah kematian 3.006 orang dan 88.227 lainnya terinfeksi.
Bisa dipastikan angkanya akan terus bergerak naik hari demi hari.
Begitulah sisi kelam dunia tanpa sekat alias globalisasi.
Batas-batas geografi dan teritori tak punya arti lagi.
Dunia ibarat sebuah kampung kecil.
Di era 4,0 ini malah bumi hunian kita semakin mengerut.
Seolah cuma seukuran gadget di telapak tangan yang terhubung dengan jaringan internet selama 24 jam nonstop.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pyongyang-corona.jpg)