Festival Karmany SMANSA, Wadah Seni Bagi Siswa
FKS merupakan salah satu program sekolah yang menampilkan ide-ide atau kreativitas dari siswa yang tergabung dalam sejumlah ekstrakurikuler di Smansa
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SMA Negeri 1 Denpasar kembali dengan acara rutinnya, Festival Karmany Smansa (FKS) Jumat (6/2/2020) bertempat di halaman hijau sekolah, Jalan Kamboja, Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali.
FKS merupakan salah satu program sekolah yang menampilkan ide-ide atau kreativitas dari siswa yang tergabung dalam sejumlah ekstrakurikuler (ekskul) di Smansa.
FKS kali ini mengangkat tema Spechtrome: Neon Night Party yang tidak hanya dipenuhi oleh para siswa SMAN 1 Denpasar sendiri, tetapi juga dihadiri masyarakat umum yang tertarik menyaksikan penampilan adik-adik siswa dan guest star.
Pertama kali diadakan pada tahun 2009, FKS merupakan ajang untuk menampung dan menunjukkan ke hadapan masyarakan luas sejauh mana aktivitas dan kreativitas yang dapat dilakukan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Denpasar.
• Makanan dan Minuman Ini Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi, Termasuk Kerang dan Kopi
• Kapal Pesiar Viking Sun Mendekat ke Benoa Bali, 848 Turis & 460 Kru Akan Dicek Kesehatannya
• Sambil Menangis Thalita Latief Umumkan Derita Penyakit Tumor Tiroid Tingkat 4 di Lehernya
Selain itu FKS merupakan sebuah implementasi bahwa ekstrakulikuler yang ada di SMAN 1 Denpasar sangatlah eksis dibidangnya masing masing.
Kepala Sekolah SMAN 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd. mengatakan, melalui FKS ini sekolah selalu menyelipkan kampanye khusus untuk para siswanya.
“Pertama yang pasti anti plastik, kemudian disisipi juga penyuluhan anti narkoba dan HIV/AIDS. Ini yang biasanya ditekankan pada murid-murid,” ujarnya kepada awak media ketika diwawancarai di kantornya, Jumat (6/3/2020).
Dirinya menambahkan, para siswa pengisi acara diberikan waktu persiapan selama seminggu, karena pada awalnya pengisi acara ini berasal langsung dari ekstrakurikuler sehingga mereka sudah ditempa sebelumnya.
Mengenai pendanaan festival bergengsi ini, M. Rida mengungkapkan sumber pendanaan tahun ini berasal dari siswa.
Sebelumnya, pendanaan festival selalu diperoleh dengan menjual bazzar, kupon, dan sejenisnya.
“Itu (mencari dana melalui bazzar) sekarang dilarang. Kami tidak lagi menerapkan itu. Sekarang 100 persen dari penjualan tiket dan sponsor. Nah, ternyata banyak manfaatnya, yang pertama tidak mengganggu jam belajar. Kedua, lebih efektif dan efisien,” ucap Rida.
“Jadi di sini kita mengajarkan siswa untuk bersifat hemat, cermat, walaupun dari segi kewirausahaan berkurang. Karena kemarin berjualan kupon itu kan kewirausahaan. Tapi efeknya banyak merugikan juga. Pertama karena tidak belajar, yang kedua sering meninggalkan sekolah jadi sedikit berbahaya,” imbuhnya.
Karenanya, ujar M. Rida, kewirausahaan dapat terjaga melalui mencari sponsor.
Festival Karmany Smansa XII 2020 akan dilaksanakan selama dua hari yang mempersembahkan berbagai kreativitas yang dimiliki siswa SMA Negeri 1 Denpasar.
FKS ini diisi oleh pementasan berbagai ekstrakulikuler di SMANSA antara lain Marching Band Suara Smansa Manggala Dara, Teater Angin, Smansa Electro Crew, Seka Gong Genta Ambara Kencana, Gema Karmany Swara Smansa, Kelompok Pecinta Alam Mandala Giri, Capoerra Smansa, dan Smansa Model.
Menariknya, pada FKS ini mengundang dua guest star nasional yang namanya sudah sangat dikenal, yakni Vierratale dan HIVI.
“Keuntungan dari kegiatan ini nantinya akan digunakan dalam pendanaan porjar PSR. Ini semua oleh mereka dan untuk mereka,” tutup Rida. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pembukaan-festival-karmany-smansa-xii-2020.jpg)