Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Industri Hotel di Bali Babak Belur Akibat Wabah Virus Corona, Seberapa Parah?

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) cabang Bali, I Made Ramia, jumlah pasar China untuk Bali sekitar 19 persen

Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Obyek wisata Tirta Empul sepi pengunjung, Selasa (3/3/2020). Tidak seperti biasanya, obyek wisata yang berlokasi di Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ini terlihat lengang. Sepinya kunjungan karena wabah virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM - Wabah virus corona memberikan dampak yang cukup serius pada industri pariwisata dunia. Salah satu yang terkena dampak isu virus corona ini adalah industri hotel di Bali.

Bali selama ini jadi salah satu destinasi di Indonesia yang punya market China cukup besar.

Menurut Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) cabang Bali, I Made Ramia, jumlah pasar China untuk Bali sekitar 19 persen dari total pasar wisatawan.

Menurut Ramia, adanya pembatasan perjalanan dari berbagai negara di dunia khususnya China sangat berdampak pada industri hotel di Bali.

Dampak Wabah Virus Corona, Tingkat Hunian Hotel di Nusa Dua Turun 16 Persen

Ini Alasan Kawasan Nusa Dua Dilakukan Proses Desinfeksi Oleh Pemprov Bali

Khususnya bagi hotel yang memang menargetkan pasar China sebagai pasar utama mereka.

 “Hotel dan travel agent yang handle tamu China pasti drop," jelas Ramia, Selasa (25/2/2020).

Ramia menjelaskan okupansi atau tingkat hunian kamar rata-rata hotel di Bali pada Februari 2020 antara 50-55 persen.

Padahal, periode Februari tahun-tahun sebelumnya tingkat hunian kamar mencapai di atas 65-75 persen.

Berarti terjadi penurunan tingkat hunian kamar di Bali 15-25 persen. Menurutnya, jumlah tersebut sangat menurun.

Pasalnya, periode Februari setiap tahunnya merupakan periode low season Bali.

Uniknya periode Januari 2020, tingkat hunian kamar hotel di Bali terbilang baik, bahkan meningkat jika dibanding Januari 2019,” tutur Ramia

“Sebelum pembatasan perjalanan di akhir Januari, jumlah wisatawan ke Bali pada Januari 2020 itu kita lagi bagus-bagusnya. Ada kurang lebih 500.000 passenger di Januari, rata-rata hotel over budget,” lanjutnya.

Tapi semenjak pembatasan perjalanan diberlakukan pada akhir Januari, barulah jumlah wisatawan ke Bali terus menurun.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Busyra Oryza, Corporate Communications Manager Pegipegi.

Kurang Mengonsumsi Garam Dapat Sebabkan Pikun, Berikut Faktor Risiko Lainnya

Golkar Rayu Gus De, Maju Jadi Calon Wali Kota di Pilkada Denpasar 2020

“Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, dapat kami lihat bahwa terdapat penurunan harga rata-rata sekitar 15-25 persen,” jelas Busyra.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved